![]() |
| Cinta dan Mimpi |
Cinta,
Tapi Hanya di Mimpi Saja deh -_-”
Tidak
dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan makluk sosial yang tak bias jauh dari
rasa cinta. Sentuhan perasahaan yang diartikan sebagai bagian dari cinta adalah
hal yang begitu indah. Didalam jiwa setiap manusia pasti memiliki rasa kasih
dan sanyang yang di artikan menjadi satu dengan kata cinta. Begitulah orang
mengatakan dan mengungkapakan bahwa dirinya juga mempunyai cinta. Cinta kadang
dapat muncul menghampiri seseorang kapan dan dimanapun berada. Selama tubuh
manusia itu mempuyai jiwa dan perasaan yang sejalan (normal), saat itu juga sesorang
masih bisa merasakan akan cinta dari sekitarnya baik keluarga maupun orang yang
baru dikenalnya.
Cinta
identik dengan perasaan seseorang ketika mengagumi lawan jenisnya. Hal itu
sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu membangun dan menjaga hubungannya
dengan orang lain. Ketika seseorang saling mencintai akan terasa bagaikan hidup
ini indah tanpa ada permasalah sedikitpun didalam hidupnya.
Tapi,
cinta juga memberikan pelajaran penting bagi manusia yang dapat merasakannya.
Cinta tidak selalu berjalan mulus, cinta tidak selalu nyaman dan indah, namun
cinta juga dapat memberikan sentuhan persahaan yang sakit, sedih, merana, dan
lain sebagainya. Ibarat kata “Kadang kita mengagumi cinta tapi tak bisa
memilikinya”. Kata itu sering terlintas ketika seseorang sudah mengerti bahwa
sisi lain dari cinta juga dapat membuat hidup menjadi kalut dan nestapa.
Semua
orang berhak dalam mengungkapkan dan mengartikan cinta. Tidak ada larangan
mapun tekanan untuk seseorang dapat menggambarkan seperti apa dan bagaimana
cintanya tersebut. Apakah cintannya sesuai yang diharapkan atau sebaliknya,
bagaimana cinta itu hanya diangan-angan saja yang hanya lewat dan terjadi
seperti mimpi?.
Kadang
orang tidak bisa dibendung lagi akan rasa cinta kepada lawannya. Orang itu akan
meyakinkan dirinya bahwa cintannya adalah benar dan tulus dari hati, bukan lagi
main-main saja. Itu semua memerlukan proses untuk bisa mengahadapi dirinya
sedniri sebelum mengahdapi orang yang dicintainya. Perasaaan percaya diri harus
ada dalam dirinya artinya mental dan body
language harus dibangun. Akan tetapi perasaan was-was, gundah, salting dan kurang siapnya mental selalu
menghantui. Perasaan semacam itu hanya menyebabkan cinta akan lewat begitu saja
didepan mata. Pada akhirnya perasaan kecewa akan menghampirinya dengan tekanan
pikiran yang berat. Kejadian itu mengibaratkan bahwa “planning ok, eksekusi
nol”. Kadang hal semacam itu hanya sering ditemui di tengah dunia percintaan.
Walaupun
sudah kecewa, tetapi perasaan untuk penasaran ke lawan yang dincintainya tidak
hanya berhenti disitu. Perasaan yang selalu mengagumi cinta akan senantiasa
terlintas selama dirinya masih memendap rasa, walaupun belun sempat
mengeksekusinya (shooting).
Sejalannya
dengan waktu, orang tersebut akan terpaku dengan setiapperilaku dan bahasa
tubuh orang yang di kaguminya. Merasa bahwa semua yang cantik, seksi, menarik,
bahkan unyu ada di jiwa orang yang dikaguminya. Alhasil tidak dirasa bahwa
orang itu hanya bisa mengagumi cinta. Memang sedih saat cintanya tidak tahu
akan dibawa kemana dan dengan siapa. Sedih lagi ketika cintanya hanya dapat
dirasa dituangkan didalam mimpi tanpa kenyataan.
Semakin
berat jiwa seseorang akan menganggung perasaah dan rahasia hatinya sendiri
tanpa ada kejelasan yang ada. Ada cinta tapi dimimpi saja, begitulah ungkapan
yang mungkin pantas bagi mereka yang hanya mengagumi cinta.
Ketidak
siapan mental dan cara seeorang dalam menghadapi persaaan cintanya, memang akan
butuh waktu dan proses. Bukan satu atau dua menit saja orang akan dengan mudah
memahami dengan baik.
Mungkin
seserang akan merasa bangga dan senang walaupun cintanya hany sebatas mimpi
tanpa ada ungkapan yang pasti pada orang yang dikagumi. Seseorang hanya dapat
membayangkan betapa beruntungnya dirinya ketika bersama, bersanding, bercanda,
sampai bermesraan dengan orang yang dikaguminya.
Hidupnya
penuh dengan imajinasi, karena cintanya saja hanya dimimpi. Dibilang cinta
fatamorganadan hanya fiktif belaka mungkin tidak ada salahnya. Namun, itu semua
yang memberikan pelajaran bahwa cinta tak semudah yang dibayangkan. Perlu
adanya usaha dan keyakinan diri untuk dapat menaklukkan perasaan cintanya
sendiri. “KEEP CALM, AND BE PATIENT!”











