Cinta Sejati dan Materi?
“cinta ku adalah cinta
sejati yang tulus untuk kamu” kata itu lah yang sering
kita dengar dari teman, sahabat bahkan orang tidak kita kenal sama sekali. Demi
cinta yang akan didapat, kata-kata mujarab alias kata indah keluar dari setiap
manusia yang di mabok cinta, tidak terkecuali kita kali gan ya?.
Tapi
yang menjadi pertanyaan sampai sekarang, ilmu dan teori yang mengatakan bahwa
orang itu punya cinta sejati atau tidak. Apakah cinta sejati dapat diukur,
dilihat, dirasa, bahkan diaplikasikan kesetiap individu?. Mungkin akan sangat
sulit mengatakan bahwa orang itu memiliki cinta sejati. “karena ia setia kepada aku”, dari kata itu orang akan menggambarkan
bahwa cintanya yang ia bangun adalah cinta sejati. Ya semoga aja, kita hanya
bisa berdoa gan.
Apalagi
di zaman yang serba modern ini, pembahasan tentang sejati akan terasa kurang
jika hanya memasukkan konsep dengan adanya cinta sejat tanpa menambah adanya
bumbu materi (modal).
Keadaan
berlakunya budaya cinta yang terpaku pada cerita seolah-olah hanya cinta sejati
yang berlaku. Tapi itu semakin tidak berlaku lagi sering kebutuhan yang semakin
banyak dalam menjalani asmara.
Di
dalam dunia asmara, cinta sejati memang dianggap sakral dan harus dijalankan
oleh masing-masing. Ketika cinta sejati tidak lagi berjalan, mungkin berbagai
problem akan muncul ditengah hubungan.
Terus
dimana pentingnya materi gan?. Apakah saling mendukung cinta sejati dengan
materi? Atau senaliknya, tidak berkaitan sama sekali?.
Iya,
materi mungkin akan sangat membantu dengan muncul kesejatian cinta. Pasangan
akan berusaha mendapatkan keduanya demi kelancaran dan memenuhi kebutuhannya.
Dua
hal tersebut secara empiris mungkin
tidak dapat dipisahkan. Walaupun segelintir orang mengatakan bahwa dunia asmara
yang dikaitkan dengan materi akan dianggap “matrek” jika keduanya masih
mengikat status berpacaran.
Keberadaan
materi yang cukup, akan berpengaruh juga pada kepercayaan seseorang terhadapa
pasangan karena setiap pasangan akan dapat memenuhi kebutuhan sendiri tanpa
harus bergantung pada salah satunya.
Ketidak
bergantungan itu, akan membuat pasangan merasa bahwa dalam membangun cintanya
tidak ada kendala yang cukup berat. Meskipun, tidak menutup kemungkinan dalam
pasangan tersebut, kadang kala jugaada yang membutuhkan bantuan.
Memang
akan sangat mudah bagi seseorang yang memiliki materi yang cukup demi
mendapatkan cinta yang didambanya.
Sehingga
materi dalam dunia percintaan akan mempengaruhi. Setiap orang akan berhenti
sejenak untuk berfikir mengenai cinta sejati ketika kebutuhan yang lain kurang terpenuhi.
Tuntuntan itu yang harus dhadapi setiap pasangan untuk dapat terus
mempertahankan hubungannya. Sampai-sampai orang bilang “Opo warek mangan cinta
ae?. . .
Tidak adanya cinta sajati juga akan sulit membangun relasi, namun tanpa adanya materi terasa akan terkendalanya perjalanan cinta tersebut.