Cukup Kakak-Adikan Aja, Ya“Hmmm gimana kalau kita temenan dulu aja ya?. Itulah awal dari sebuah histori yang membuat relasi semakin dekat. Dari sebuah perkenalan yang tak terduka yang kemudian berlanjut pada sebuah komunikasi baru untuk saling berbagi dengan orang lain. Berbagai macam usaha mulai dari fikiran sampai tenagapun di keluarkan untuk dapat membangun relasi yang lebih jauh. Tetapi, adakalanya usaha itu kadang terbuang sia-sia karena adanya pendapat dan kesalah pahaman komunikasi diantara keduannya.Berfikir adanya relasi yang jelas dan ada statusnya memang perlu. Tapi, hal itu tak semudah yang dibayangkan. Status teman tapi mesra mungkin kurang, apalagi hanya teman biasa. Itulah yang menyebabkan usaha seseorang untuk lebih meningkatkan hubungan supaya memberikan kejelasan status yang lebih baik (diinginkan) yakni ada hubungan berstatus pacaran. Siapa sih yang enggak mau punya pacar, gebetan, sampai calon pasangan hidup?. Pasti hal itu wajar dialami oleh seseorang yang ingin mencari tambatan hatinya.Ketika sebuah stimuli mendapatkan respon yang bagus , itulah langkah awal dari adanya strategi untuk selalu ingin dekat dan lebih memperhatikan sasaran. Umumnya hal itu dilakukan oleh kaum cowok, kenapa karena cowok sering dianggap lebih aktif untuk mengirimkan stimuli. Sebaliknya perempuan yang lebih peka dalam menangkap stimuli tersebut.Usaha cowok terdiri beragam macam dan bentuknya untuk mendapatkan hati dan perhatian dari cewek yang disuka. Perhatian memang penting menurut cewek, tapi kadang perhatian yang terlalu berlebihan akan memberikan dampak kurang bagus. Perhatian hanya akan dianggap kurang penting, gombal semata, bahkan masuk kategori perhatian yang terlalu ALAY.Gejolak jiwa dan fikiranpun akan terus mendorong cowok untuk segera mungkin mendapatkan dan menjadi orang yang mempunyai status disamping cewek. Berfikir untuk menentukan momen yang tepat menjadi hal penting untuk dapat segera mengungkapkan isi hati yang selama ini terpendam.Tanda tanya besar atau beralusinasi (berandai-andai) akan muncul pada benak si cowok. “Andaikan dia jadi pacaraku, andaikan dia mau dengan aku, andaikan cintaku diterima, dan lain-lain. Segala hal berandai-andai yang bersifat positif dan menyenangkan semua dituangkan dalam benaknya, tanpa berfikir sisi lain yang akan ditemuai dan dirasakan. Ya, karena terlalu bersemangat orang akan lupa sisi ketika menerima kenyataan yang pahit dan tidak diinginkan.Mungkin berandai-andai yang positif memang diperlu,kan, namun tiada salahnya ketika cowok beralusianasi ketika dirinya nanti dicuekin bahkan cintanya ditolak, betapa sakitnya dan ahncurnya perasaan yang selama ini didambakan. Kata pribahasa, “sedialah payung sebelum hujan”.Sebuah momen yang menyenangkan dan mendebarkan saat cowok akan mengungkapkan perasaannya kepada cewek secara langsung. Rasa tegang, gugup, takut, ya takut untuk ditolak maksudnya bercampur aduk menjadi satu. Tapi apapun itu adalah sebuah konsekuensi bagi cowok untuk dapat mendapatakan cintanya meski nanti tak sesuai harapan.Optimis dan percaya diri adalah modal yang harus dimiliki sebelum mengungkapkan perasaannya. Optimis, ya optimis untuk segera mengungkapkan perasaannya sebelum terlalu lama dan tiada kejelasan. Percaya diri, ya percaya diri bahwa cowok harus berani mengungkapkan terlebih dahulu dan yakin bahwa cintanya akan diterima.Ya, mungkin seseorang akan gembira atau kegirangan ketika cintanya diterima dan akhrinya mendapatkan seorang pacar. Namun, betapa nestapanya ketikan cintanya ditolak oleh si cewek tersebut. Dan lebih nestapa lagi tenyata selama ini cewek hanya menggaapi dingin tas hubungannya, atapun bisa dibilang dia hanya menganggap cowok hanya kakaknya. Konyol juga, tapi itulah kenyataan yang pahit, yang mana harus diterima dengan ikhlas.Usaha dan persanaan yang selama ini diimpikan ternyata bertepuk sebelah tangan. Dan hanya dianggap sebagai “Kakak-Adikan”. Tindakan itu sudah umum dan jamak dilakukan oleh cewek ketika mereka menolak cinta dari cowok. Hal itu mungkin bisa dibilang hanyalah manifes dari tindakan cewek yang mempunyai maksud menolak tetapi dengan cara halus. Mungkin menurutnya halus, di benak cowok apapun itu kata “reject” adalah hal yang tidak halus tetapi kelam dan menyedihkan.Banyak alasan cewek dalam menolak cowok, cara “Kakak-Adikan” mungkin sekarang lagi booming dalam wacana. Tapi sebenarnya banyak cara lain yang juga senada dilakukan oleh cewek. Cara atau sikap untuk menghibur cowok dengan memakai penolakan seperti itu dirasa berhasil dan jitu. Tetapi hal itu hanya akan menambah pertanyaan besar, dan tekanan dalam fikiran bagi orang lain.Di dunia percintaanpun mungkin membutuhkan sebuag ketegasan yang dasar untuk sebuah prinsip. Menyikapi cara cewek melakukan penolakan dengan mengatas namakan “Kakak-Adikan”, mungkin itu adalah simbol yang masih ambigu. Tidak adanya kejelasan penolakkan terjadi dalam kalimat tersebut. Pada dasarnya, kalimat adalah simbol untuk memberikan isyarat atau pesan. Latensi atau inti dari kalimat tersebut tetap sebuah penolakan, hanya saja dimodifkasi untuk agar tidak terlihat frontal atau kaku.Ketegasan dalam penolakan pasti mempunyai alasan yang jelas juga, apakah menolak karena tidak suka, kurang nyaman, tidak sejalan, dan lain-lain.Menolak dengan mengatakan “Aku tidak suka kamu!”, mungkin itu jauh lebih jelas nan tegas walaupun mendengarnya sangat menyakitkan dan serasa hidup ini tidak berguna lagi. Tapi, hal itu menjadikan sebuah resiko dan anggapan bahwa sikap cewek tersebut tegas bukannya berbelit-belit.Sekarang fenomena penolakkan dengan cara “Kakak-Adikan” memang tersebar dimana, dan itu bisa jadi menjadi budaya anak muda. Opini yang akan terbangun dengan adanya itu, pertama hal itu menjadi konyol artinya setiap cewk menolak cinta dari cowok dikatakannya “Kakak-Adikan” saja. Secara logika, andaikan si cewek menolak sepuluh cowok dalam setahun artinya cewek tersebut sudah mempunyai sepuluh saudara tanpa ada hubungan darah yang jelas dari mana asalnya dalam setahun. Akibatnya, tidak bisa membedakan lagi ini saudara asli atau saudara dari hasil penolakan. Dan kedua, menimbulkan ke PD-an yang over pada cewek. Artinya, ini belum ada hubungan atau adanya pacaran saja sudah mengaku kalau cowok itu adalah kakaknya.Hidup adalah pilihan dan pengorbanan, begitu juga cinta. Penolakkan dalam cinta juga sebuah perjuangan dan pilihan yang harus diterima konsekuensi oleh setiap mereka yang punya cinta.
01 Januari 2015
Langganan:
Komentar (Atom)
