21 Oktober 2014

Pentingnya disaat manusia sedang di bawah

Hidup adalah tantangan yang harus manusia hadapai. Banyak yang mengatakan bahwa hidup itu pilihan sehingga manusia harus menentukan pilihan sebelum pilihan menentukan hidupnya. Namun terkadang manusia tidak sadar bahwa pilihan juga tidak jarang berbalik dengan keinginannya. Hal itulah yang sering manusia keluhkan dan sulit untuk menerima keadaan. Realita yang manusia bayangkan, kadang tidak sama dengan yang ada dilapangan. Sehingga manusia hanya akan lebih memikirkan kesenangan, kemudahan, dan kehebohan  tanpa merasakan hal disaat  manusia itu jauh dari kata-kata tersebut.
Ada pria juga ada wanita, ada langit juga ada bumi, ada sakit juga ada sehat, ada susah juga ada senang. Di dunia ini serasa semua ada pasangannya sendiri yang bersifat mutlak. Tidak jauh berbeda dengan keadaan manusia ketika hidupnya kadang di diatas dan kadang pula di bawah.Hidup dia atas adalah impian semua manusia, entah diatas dari segi status sosialnya bahkan ekonominya. Keduanya tersebut tidak dapat dipisahkan dengan sifat manusia yang tidak mengenal kepuasan, selalu ingin yang lebih dan lebih.Tetapi manusia sering melupakan sisi yang lain yaitu ketika hidupnya sedang dibawah. Tekanan dan pemberontakan didalam diri manusia akan semakin terlihat ketika mengahadapi realita itu. Seolah-olah manusia tidak mau mengenal dan tidak mau hal itu menghampiri dirinya.
Apakah kita perlu menghadapi masa-masa saat hidup ini sedang dibawah?. Mungkin sebagian manusia mengatakan bahwa hal itu juga perlu mereka hadapi. Hidup tanpa ada problem adalah hampa, mungkin ada yang mengatakan seperti itu. Apakah sebenarnya manusia hidup dari permasalah?. Sangat mungkin terjadi karena dengan adanya permasalahan, manusia akan berfikir dan bertindak bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
Kita mungkin sudah sering menedengarkan bahwa hidup ini bagaikan roda berputar. Sehingga logikannya manusia tidak ada salahnya ketika manusia harus mengahadapi permasalah yang rumit. Bergantung bagaimana manusia tersebut menyelesaikan permasalahan secara bijak dan kepala dingin.Memang permasalah datang secara tiba-tiba tanpa manusia inginkan. Walaupu  sebenarnya permasalah juga tidak jaranga hadir karena tingkahlaku manusia itu sendiri.Tekanan demi tekanan akan semakin berat ketika manusia menunda dan berusaha membiarkan masalah itu tanpa adanya tindakan untuk menghadapainya. Fikiran yang membuat stress pada diri manusia itu akan semakin menjadi. Tidak hanya berhenti di fikiran, tapi berlanjut pada perasaan. Apalagi dengan perasaan, manusia akan lebih sensitive ketika tidak bisa mengendalikan dirinya. Akibatnya berujung pada perilaku manusia, apakah jauh lebih bijak atau jauh dari kebijakkan?.Hidup memang terasa sangat berat ketika permasalah tidak dapat diselesaikan. Namun apakah kita sadar bahwa penting dan bergunanya saat manusia dibawah?. Perasaa dan hati manusia memang harus berjalan secara seimbang dan rendah hati atau sabar.Sabar menjadikan kata yang mengembalikan kepercayaan diri manusia bahwa hal itu mudah untuk diselesaikan tanpa harus mengorbankan dirinya untuk ke dalam keburukan.Ternyata hidup juga perlu ujian, tanpa adanya ujian manusia tidak akan merasakan betapa indahnya hidup yang harus diperjuangan. Sehingga dari semua permasalah adalah ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran.Kesabaran harus teratanam pada diri manusia, tanpa hal itu manusia hanya ingin berfikir bahwa hidup itu hanya diatas.
Permasalahan hidup adalah pelajaran yang berharga pada kehidupan manusia. Adanya permasalahan hidup, mengajarkan bahwa manusia harus ingat ketika masa yang mengjampirinya adalah masa ketika sulit, susah, dimana jauh dari kata senang.
Pilih Jomblo Atau Siap Ditolak?
Masa muda adalah masa dalam mencari cinta. Mungkin hal itulah yang dirasakan para pencari cinta. Orang bilang cinta itu perlu pengorbanan. Sehingga siapun yag ingin mendapatkan cintanya, ia harus berkorban tenaga, perasaan bahkan materi yang ia punya.
Seseorang akan merasa senang atau bahagia ketika ia sudah mendapatkan cinta yang selalu didambakan. Tapi itu tidak berlaku bagi mereka yang ingin mendapatkan cintanya tetapi hasilnya nihil alias tidak connect alias di reject. Emang kasian sih gan.Berkorban dalam cinta emang tidak ada habisnya, ibarat kata “orang mau menguras air, tapi air dilaut”. Waw, udah capek belum tentu ada hasilnya. Nah barangkali seperti itu, mereka yang sudah berani maju untuk mendapatkan cintanya tapi yang diterima kegagalan dalam bercinta, kasian gan.Untuk masalah cinta, sering kita mendengar bahwa cinta di Negara kita itu ada aturan dan budayanya. Cinta adalah lelaki. Kata-kata itu seolah mengisyaratkan bahwa lelaki sejatiharus berani mengutarakanlebih dulu kepada orang yang dicintai. Bukan begitu gan?Sebagai laki-laki harus yang ingin hidupnya terselip indahnya dunia percintaan, ia juga harus menggung konsekuensinya juga. Bener banget, ia harus siap jomblo alias ditolak.Emang negeri sih, kalau denger kata-kata “Jomblo” apalagi ditolak. Mungkin, kalian udah bisa ngebayangin sendiri gan.“Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada)”, kata itu yang sekarang sering di ucapkan seseorang yang gagal atau sakit hati, terutama dalam urusan cinta.Laki-laki emang harus pantang menyerah, gagal satu tumbuh seribu. Tapi, kadang kata itu sulit untuk di realisasikan ya gan. Emang enak tinggal ngomong, suruh jalani tetap aja sulit. Apalagi si laki-laki yang udah pernah ditolak. MUngkin dalam dirinya adagejolak jiwayang dasyat. Ia punya keinginan untuk menemukan cinta yang baru, tapi tetap dibayangi dengan masa lalu. Seperti itu mungkin gan ya.Kehidupan yang penuh kegalauan pun menghampiri dirinya. Imajinasi dan pertanyaan seputar cinta akan terus membayangi pikirannya.Demi menghibur diri, seolah-olah hidupnya dibuat cerita yang jauh dari kisah cinta. Padahal hal itu semata hanya ingin menghilangkan bayang-bayang cinta yang menghantui dirinya gan.Laki-laki harus mersakan pahitnya cinta sebelum menikmati manisnya cinta. Motivasi itu yang membangun kembali kekuatan laki-laki untuk menghadapi pengorbanan cintanya.Tidak jarang mereka memilih pilihan yang pertama yaitu jomblo. Mereka menilai lebih sakit ditolak dari pada menyandang status jomblo. Serba dilema status seorang laki-laki yang harus berjuang untuk mendapatkan cintanya.
Walaupun fikiran mengatakan “kau harus move on", tapi hal itu tidak langsung membuat mereka berfikit untuk melakukan yang sama dengan kata itu. Mungkin sulit baginya untuk melakukan sesuatu yang sudah mendorong fikirannya dengan kehidupan yang nyata.Pada akhirnya, tidak jarang laki-laki akan dengan rasa bangga dan senang mengatakan “Aku bebas” alias” Jomblo. Mungkin bagi gan yang jomblo, hal itu menjadikan kesabaran dan proses mencari cinta dalam hidupnya. Pilihan jomblo bukanlah pilihan bodoh, tetapi sebuah proses dalam menjalani dan menerima dengan segala yang ada.