Kehidupan sering kali penuh dengan perbedaan dan fenomena dilapangan yang tidak terduga. Itu pula yang sering menimpa manusia baik dalam berfikir maupun berperilaku. Perbedaan kadang menjadi hal yang penting dalam kehidupan, namun hal itu juga dapat menyebabkan kekacauan dan kurangnya komunikasi diatara manusia.
Manusia memang akal pikirannya untuk melakukan hal yang sesuai dengan tatanan lingkungan. Tetapi itu semua akan berubah seiringnya pengaruh dari luar untuk memecahkan akal yanh semula tadi. Pengaruh “lupa” adalah hal yang tidak bisa di hindari oleh manusia. Ada yang mengatakan hal itu yang dikaitkan dengan dasar maupun ilmu-ilmu pengetahuan. Bahwa manusia adalah salah satu makluk hidup yang mempunyai sifat lupa dan salah.
Sifat lupa secara umum akan merujuk pada hal yang akan merugikan diri sendiri. Kerugian itu akan dapat dirasakan ketika manusia sudah pada titik dimana akan ada sedikt perbedaan diantara persamaan yang bersifat lebih dominan. Muncul adanya kesadaran diri bahwa ada perbedaan didalam dirinya, mungkin manusia itu sudah merasa melakukan kesalahan di dalam lingkungannya. Sehingga tidak bisa dihindari, adanya lingkungan yang menjadi pengaruh penting bagi jalannya sebuah kehiudpan.manusia.
Dalam kehidupan manusia, tentu ada alat yang digunakan untuk bisa menyampaikan dan menerima hal baru. Manusia perlu adanya komunikasi, karena dengan adanya komunikasi akan menimbulkan rangsangan untuk berfikir dan berperilaku. Ketika sebuah komunikasi manusia bermasalah, kemunculan problem baru akan segera menghampiri. Mengulas mengenai sifat lupa manusia, menjadikan faktor komunikasi yang dilakukannya kurang efektif. Manusia lupa karena adanya pengaruh fikiran dan tekanan yang dialami dan menjadikan daya ingat manusia menjadi banyak. Fokus akan hal-hal yang manusia record dalam ingatannya akan melemah. Kebutuhan akan komunikasi untuk mengingatkan hal yang sudah ditersimpan dalam ingatan manusia, merupakan kebutuhan untuk memenculkan kembali hal yang akan terlupakan.
Tidak sedikit masyarakat yang membahas tentang segi perbedaan. Masyarakat mengungkapkan dalam beberapa perspekti yang mereka nilai hal itu penting untuk di perbincangkan. Berbeda dalam berfikir, bertindak atau berperilaku merupakan pembahasan yang sering di diskusikan. Setiap insan pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga akan mempengaruhi tentang bagaimana mereka berfikir dan berperilaku dengan lingkungannya, termasuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Sebuah gagasan maupun ide sering terdengar dalam sebuah forum diskusi. Setiap manusia mempunyai pandangan terhadap ide yang akan disampaikan. Apakah ide tersebuh memberikan motivasi atau bahkan sebaliknya, ide tersebut muncul karena adanya pemikiran kritis sehingga tidak menutup kemungkinan adanya sanggahan atau kritik pedas. Penyampaian kritik yang pedas memang merupakan semacam “diskriminasi” yang di sampaikan karena adanya ketidak samaan pendapat. Kata diskriminasi memang kurang sopan, namun itulah yang sering diterima manusia yang mendapat kritikan. Secara spontan, memang melalui bahasa tubuh sulit untuk diketahui. Tapi setiap manusia bisa merasakan melalui perasaan yang peka ketika dirinya kurang diterima dengan lingkungannya. Aksi memberontak, melawan peryantaan sering menjadi tameng kekuatan manusia yang ingin membela dirinya (Wb).
