03 Oktober 2014

Cinta Sejati dan Materi?
“cinta ku adalah cinta sejati yang tulus untuk kamu” kata itu lah yang sering kita dengar dari teman, sahabat bahkan orang tidak kita kenal sama sekali. Demi cinta yang akan didapat, kata-kata mujarab alias kata indah keluar dari setiap manusia yang di mabok cinta, tidak terkecuali kita kali gan ya?.

Tapi yang menjadi pertanyaan sampai sekarang, ilmu dan teori yang mengatakan bahwa orang itu punya cinta sejati atau tidak. Apakah cinta sejati dapat diukur, dilihat, dirasa, bahkan diaplikasikan kesetiap individu?. Mungkin akan sangat sulit mengatakan bahwa orang itu memiliki cinta sejati. “karena ia setia kepada aku”, dari kata itu orang akan menggambarkan bahwa cintanya yang ia bangun adalah cinta sejati. Ya semoga aja, kita hanya bisa berdoa gan.

Apalagi di zaman yang serba modern ini, pembahasan tentang sejati akan terasa kurang jika hanya memasukkan konsep dengan adanya cinta sejat tanpa menambah adanya bumbu materi (modal).

Keadaan berlakunya budaya cinta yang terpaku pada cerita seolah-olah hanya cinta sejati yang berlaku. Tapi itu semakin tidak berlaku lagi sering kebutuhan yang semakin banyak dalam menjalani asmara.

Di dalam dunia asmara, cinta sejati memang dianggap sakral dan harus dijalankan oleh masing-masing. Ketika cinta sejati tidak lagi berjalan, mungkin berbagai problem akan muncul ditengah hubungan.

Terus dimana pentingnya materi gan?. Apakah saling mendukung cinta sejati dengan materi? Atau senaliknya, tidak berkaitan sama sekali?.

Iya, materi mungkin akan sangat membantu dengan muncul kesejatian cinta. Pasangan akan berusaha mendapatkan keduanya demi kelancaran dan memenuhi kebutuhannya.

Dua hal tersebut secara empiris mungkin tidak dapat dipisahkan. Walaupun segelintir orang mengatakan bahwa dunia asmara yang dikaitkan dengan materi akan dianggap “matrek” jika keduanya masih mengikat status berpacaran.

Keberadaan materi yang cukup, akan berpengaruh juga pada kepercayaan seseorang terhadapa pasangan karena setiap pasangan akan dapat memenuhi kebutuhan sendiri tanpa harus bergantung pada salah satunya.

Ketidak bergantungan itu, akan membuat pasangan merasa bahwa dalam membangun cintanya tidak ada kendala yang cukup berat. Meskipun, tidak menutup kemungkinan dalam pasangan tersebut, kadang kala jugaada yang membutuhkan bantuan.

Memang akan sangat mudah bagi seseorang yang memiliki materi yang cukup demi mendapatkan cinta yang didambanya.

Sehingga materi dalam dunia percintaan akan mempengaruhi. Setiap orang akan berhenti sejenak untuk berfikir mengenai cinta sejati ketika kebutuhan yang lain kurang terpenuhi. Tuntuntan itu yang harus dhadapi setiap pasangan untuk dapat terus mempertahankan hubungannya. Sampai-sampai orang bilang “Opo warek mangan cinta ae?. . .

Tidak adanya cinta sajati juga akan sulit membangun relasi, namun tanpa adanya materi terasa akan terkendalanya perjalanan cinta tersebut.

         


Tidak ada komentar:

Posting Komentar