Kampanye
Kreatif, Bukti Intelektual Bangsa
Pesta
Demokrasi Rakyat tinggal menghitung hari lagi. Indonesia sebagai Negara berazas
demokrasi akan melaksakan pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli
2014 nanti. Intensitas kampanye pun akan semakin meningkat. Mengingat putaran
debat presiden dan wakil presiden sudah memasuki fase ketiga.
Persaingan
kampanye pun akan digencarkan oleh masing-maing kandidat. Tidak sedikit
kontroversi yang muncul dilapangan akan terjadi. Black Campaign salah satunya masalah yang selalu mewarnai pesta
demokrasi di Negara Indonesia. Perilaku oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,
membuat proses kampanye sehat akan sedikit terkendala karena munculnya opini
publik akibat masalah tersebut.
Sudah
saatnya, masalah itu sudah tidak ada di lapangan. Dengan memunculkan kampanye
yang kreatif, menandakan bahwa pesta demokrasi adalah ajang menggali
intelektual masyarakat. Selain itu, akan menekan adanya tindakan masyarakat maupun
para tim sukses melakukan kampanye yang berunsur SARA.
Dalam
menyampaikan pesan visi dan misi kepada masyarakat, masing-masing kandidat
perlu adanya alat atau wahana yang disebut media kampanye. Ya, media tersebut
dapat dinamakan sebagai komunikator politik untuk mengangkat popularitas maupun
elektabilitas kandidat.
Banyak
hal yang dilakukan oleh para kandidat dengan melakukan kampanye kreatif, mulai
strategi blusukan hingga menggunakan
media massa.
Tidak
sedikit masyarakat yang juga terlibat dalam kampanye kreatif, terutama para
komuniatas maupun perkumpulan lainnya seperti para petani, tukang ojek sampai
lembaga agama.
Pemilihan
komunikator politik yang tepat akan memberikan efek yang cukup besar kepada antusiasme
masyarakat untuk memilih kandidat.
Untuk
itu, tidak jarang setiap kandidat pun berlomba-lomba untuk mendapatkan para
komunikator politik seperti artis, model, musisi hingga seniman. Dengan begitu,
para publik figur sengaja digunakan agar
masyarakat lebih mengenal dan tertarik untuk memilih kandidat yang menggunakan
komunikator tersebut.
Melalui
berbagai latar belakang komunikator politik itu, para kandidat berusaha
memanfaatkan kampanyenya dengan membuat sebuah karya. Sehingga tidak sedikit
komunikator politik yang berlatar belakang musisi memberikan dukungannya dengan
membuat sebuah lagu. Karya lagu yang khusus diciptakan untuk kandidat guna
menarik perhatian dan memperbanyak simpatisan dari masyarakat.
Dengan
adanya karya lagu itu, masyarakat akan lebih mudah mengingat sosok kandidat
yang didukungnya. Selain itu, lagu tersebut akan menjadikan alat sebagai
cir-ciri atau identitas kandiat. Apalagi bagi para pemilih pemula (anak muda),
dengan melalui kampaye lagu akan memberikan value
tersendiri, karena rata-rata anak muda identik dengan musik.
Selain
pemanfaatan musisi, para kandidat juga bisa melakukan kampanyenya dengan
menggunakan para model untuk menarik perhatian masyarakat. Banyak cara yang
dilakukan melalui model, seperti mengenakan konstum karikatur kandidat hingga
membagikan stiker yang berlogo para kandidat.
Dari sekian cara atau
strategi kampanye, hal yang sering identik dengan kampanye kreatif adalah
penggunaan media massa. Memanfaatkan media massa sebagai alat kampaye adalah cara
yang tergolong moderen karena memberikan dampak besar bagi masyarakat yang
rata-rata pengguana media sosial tersebut. Hal itu menjadikan strategi untuk
menjagkau masyarakat yang luas yang tidak bisa dilakukan secara langsung
(verbal: kampanye akbar) dalam penyapaian pesannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar