21 Oktober 2014

Pilih Jomblo Atau Siap Ditolak?
Masa muda adalah masa dalam mencari cinta. Mungkin hal itulah yang dirasakan para pencari cinta. Orang bilang cinta itu perlu pengorbanan. Sehingga siapun yag ingin mendapatkan cintanya, ia harus berkorban tenaga, perasaan bahkan materi yang ia punya.
Seseorang akan merasa senang atau bahagia ketika ia sudah mendapatkan cinta yang selalu didambakan. Tapi itu tidak berlaku bagi mereka yang ingin mendapatkan cintanya tetapi hasilnya nihil alias tidak connect alias di reject. Emang kasian sih gan.Berkorban dalam cinta emang tidak ada habisnya, ibarat kata “orang mau menguras air, tapi air dilaut”. Waw, udah capek belum tentu ada hasilnya. Nah barangkali seperti itu, mereka yang sudah berani maju untuk mendapatkan cintanya tapi yang diterima kegagalan dalam bercinta, kasian gan.Untuk masalah cinta, sering kita mendengar bahwa cinta di Negara kita itu ada aturan dan budayanya. Cinta adalah lelaki. Kata-kata itu seolah mengisyaratkan bahwa lelaki sejatiharus berani mengutarakanlebih dulu kepada orang yang dicintai. Bukan begitu gan?Sebagai laki-laki harus yang ingin hidupnya terselip indahnya dunia percintaan, ia juga harus menggung konsekuensinya juga. Bener banget, ia harus siap jomblo alias ditolak.Emang negeri sih, kalau denger kata-kata “Jomblo” apalagi ditolak. Mungkin, kalian udah bisa ngebayangin sendiri gan.“Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada)”, kata itu yang sekarang sering di ucapkan seseorang yang gagal atau sakit hati, terutama dalam urusan cinta.Laki-laki emang harus pantang menyerah, gagal satu tumbuh seribu. Tapi, kadang kata itu sulit untuk di realisasikan ya gan. Emang enak tinggal ngomong, suruh jalani tetap aja sulit. Apalagi si laki-laki yang udah pernah ditolak. MUngkin dalam dirinya adagejolak jiwayang dasyat. Ia punya keinginan untuk menemukan cinta yang baru, tapi tetap dibayangi dengan masa lalu. Seperti itu mungkin gan ya.Kehidupan yang penuh kegalauan pun menghampiri dirinya. Imajinasi dan pertanyaan seputar cinta akan terus membayangi pikirannya.Demi menghibur diri, seolah-olah hidupnya dibuat cerita yang jauh dari kisah cinta. Padahal hal itu semata hanya ingin menghilangkan bayang-bayang cinta yang menghantui dirinya gan.Laki-laki harus mersakan pahitnya cinta sebelum menikmati manisnya cinta. Motivasi itu yang membangun kembali kekuatan laki-laki untuk menghadapi pengorbanan cintanya.Tidak jarang mereka memilih pilihan yang pertama yaitu jomblo. Mereka menilai lebih sakit ditolak dari pada menyandang status jomblo. Serba dilema status seorang laki-laki yang harus berjuang untuk mendapatkan cintanya.
Walaupun fikiran mengatakan “kau harus move on", tapi hal itu tidak langsung membuat mereka berfikit untuk melakukan yang sama dengan kata itu. Mungkin sulit baginya untuk melakukan sesuatu yang sudah mendorong fikirannya dengan kehidupan yang nyata.Pada akhirnya, tidak jarang laki-laki akan dengan rasa bangga dan senang mengatakan “Aku bebas” alias” Jomblo. Mungkin bagi gan yang jomblo, hal itu menjadikan kesabaran dan proses mencari cinta dalam hidupnya. Pilihan jomblo bukanlah pilihan bodoh, tetapi sebuah proses dalam menjalani dan menerima dengan segala yang ada. 

20 Oktober 2014

Apakah Cinta Butuh Setara?

Waduh gan, setara apanya ini. Setara tinggi badannya atau setara gemuk alias gendutnya? peace. Ya, kadang cinta kita menemui kendala atau permasalahan ketika cintanya yang belum setara dengan pasangan. Setara disini dapat berarti bahwa sudah adanya kesamaan atau tidak berbeda jauh. 
Bicara mengenai kesetaraan, mungkin kita tidak hanya belajar bagaimana tentang setara dalam konteks asmara. Di samping itu, jauh lebih banyak yang akan di singgung dan cukup sering terjadi baik didalam dunia asmara. 
Ya, coba kita lihat dengan permasalahan yang membahas setara pada tingkat sosial dan ekonomi. 
Bukan hal yang baru lagi, ketika seseorang dihadapakan pada jalinan asmara yang baru mereka bangun dimana harus menuai akhir karena ketidak setaraan antara mereka berdua. 
Padahal pada awalnya pasangan hanya membicarakan tentang perasaaan yang mereka rasakan pada seseorang yang akan menjadi pasangannya. 
Permasalahan itu, tidak melulu terjadi pada mereka yang sudah berumah tangga. Namun, permasalahan itu juga sering terjadi pada masa-masa seseorang masih dalam konteks berpacaran bahkan masih pada soal PDKT. 
Walaupun gan, kita sering mendengarkan bahwa cinta yang sebenarnya adalah cinta yang menerima apa adanya. Apakah betul seperti itu? Dapatkah kita menerima itu 100 %?. Adanya pandangan seperti itu, tidak juga semulus membalikkan tangan. Mungkin kata atau kalimat itu bisa saja hanya “formalitas” semata. 
Formalitas di sini bisa berarti hanya dapat menyenangkan orang secara sepintas, atau tidak tentu. Ada masa dimana kata tersebut harus berhenti karena adanya permasalahan perbendaan. Yah, bisa dikatakan tidak setara atau tidak sama. 
Perbedaan yang dapat terlihat oleh mata atau langsung dalam masa perkenalan misalnya seperti melihat ciri-ciri fisik, kelakuan, dan hobi. Pada saat berkenalan mungkin aspek-aspek seperti yang disebutkan tadi akan dipelajari atau diketahui dari orang yang akan dikenalnya. 
Penasaranlah yang menimbulkan keingintahuan seseorang terhadap seseorang lainnya, apalagi dalam masalah asmara. Sudah menjadi hal yang wajib diketahui oleh masing-masing pasangan untuk mengetahui orang yang ingin mencintainya. 
Sedikit demi sedikit orang akan mengetahui kebiasaan yang ada didalam diri seseorang yang dicintai. Entah kebiasaan baik atau buruk yang harus siap diterima dengan bijak.Ketika pengetahuan seseorang itu cukup banyak dari orang dicintai, mungkin mereka merasa akan mengembalikan pengetahuan itu kepada dirinya sendiri. Yah, apakah pengetahuan yang didapat cocok dengan dirinya atau sebaliknya yaitu jauh dari dirinya. Itu lah awal permasalahan yang timbul, sehingga orang akan merasa lebih intropeksi diri dari pada memaksakan kehendak. 
Apalagi setiap orang akan menemui perasaan yang dilema. Pada posisinya, mereka penasaran dengan orang yang dicintainya, namun disisi lain mereka diterpa keadaan yang sulit karena adanya perbedaan yang tidak sama dengan dirinya. 
Apakah kita ingat pepatah mengatakan “dari mata turun kehati”. Meskipun banyak yang mengatakan juga bahwa cinta itu ada didalam lubuk hati, tanpa memandang apakah baik atau jelek. Coba berfikir lagi, orang akan makan saja pasti melihat apa yang akan dimakan, apalagi dengan perasaan cinta. Orang dapat mengartikan bahwa itu hanyalah hembusan angin sesaat yang sejuk tapi sebentar. Secara logika orang melihat dulu bentuk atau barangnya sebelum menerimanya. 
Di dalam memasukkan hati (perasaan), orang juga akan pilih-pilih untuk dapat diterimanya. Sehingga tidak secara langsung mereka terima dan masukkan dalam hatinya. 
Proses mata turun ke hati setidaknya mempunyai korelasi antara cinta, apakah sudah setara atau belum. Melalaui mata, orang dapat melihat dan mempersepsikan apa yang mereka pandang. 
Misalkan sajaa pada masalah yang sering dialami oleh setiap orang yaitu proses PDKT yang dilakukan si pria atau si wanita. 
Namun bila mengamati proses PDKT, pasti cowok yang disebut sebagai actor yang harus bertindak lebih awal dalam proses tersebut. Iya, lagi-lagi masalah dengan keberadaan cowok yang selalu maju. 
Tidak pria dan juga tidak wanita pasti akan merasa senang ketika sudah mengetahui seseorang yang selama itu yang membuat penasaran didalam hati dan perasaannya. Ya gan, mungkin ujian selalu ada di dalam setiap langkah manusia. Tidak menutup kemungkinan pada setara dalam cinta. 
Banyak kendala mulai dari segi fisik sampai hal yang menyinggung masalah latarbelakanag ekonomi dan sosial. Permasalahan yang sering terlihat secara cepat dan masuk dalam fikiran adalah keberadaan ciri-ciri fisik seseorang. 
Keberadaan fisik sering dikategorikan cantik, jelek, manis, ganteng, dan masih banyak lagi. Untuk menyiasati itu, banyak orang memberikan persamaan dengan mengatakan bahwa hal itu semua relatif. Tapi masih banyak kenyataannya dilapangan yang tidak sama dengan pada teori bahwa dikatakan itu semua relatif. 
Jika memang relatif, kenapa orang tidak menerima keadaan seseorang dengan mengatakan “aku akan menerima dia apa adanya”. Terus dimana keberadaan teori itu?, musnah atau mungkin hilang dan muncul lagi?. 
Mereka mengambil contoh seperti tampang wajah, misalnya ada yang bilang ia ganteng, cantik dan manis. Apalagi ciri-ciri wajah seseorang yang dicintainya, mungkin akan secara cepat masuk dalam ingatan mereka. 
Mulailah sikap intropeksi diri dimana orang akan mencocokan dengan dirinya, apakha sudah pantaskah dengan dia? Atau terlalu jauh dengan dia?. Seseorang akan merasa senang ketika ada kecocokan yang dapat mengimbangi seseorang yang dicintainya. Namun tidak bagi seseorang yang merasa bahwa dirinya sudah memiliki perbedaan yang jauh dengan orang yang dicintainya. Tidak hanya berhenti di satu titik, namun perasaan minder dan galau selalu terbayang dikepalanya. 
Pada akhirnya, mereka hanya dapat meratapi dan memendam perasaannya dari pada mengungkapkannya. Iya, adanya intropeksi diri mungkin mereka dapat belajar bahwa kesabaran dan kebijaksanaan harus tertanam pada diri seseorang. Mungkin mereka ingin mengatakan “lebih baik mengorbankan perasaan dari pada menderita karena asmara”. 
Sifat minder muncul karena adanya perasaan merendahkan diri. Sebatas ciri fisik yang lebih unggul dari mereka, membuat fikiran dan kelakuan mereka berbeda. Namun hal itu tidak baik juga terus menerus terjadi pada diri seseorang. Mereka diharapkan mampi bangkit dan lebih semangat lagi dalam menentukan jalan masa depan mereka.
Positif thingking menjadikan motivasi bagi mereka untuk bisa lari dan merubah keadaannya. Mereka akan belajar dari seseorang yang dianggap lebih unggul dari dirinya, karena itu menjadikan sebuah pelajaran baginya tentang pentingnya menghargai apa yang sudah dimilikinya. 

03 Oktober 2014

Cinta Sejati dan Materi?
“cinta ku adalah cinta sejati yang tulus untuk kamu” kata itu lah yang sering kita dengar dari teman, sahabat bahkan orang tidak kita kenal sama sekali. Demi cinta yang akan didapat, kata-kata mujarab alias kata indah keluar dari setiap manusia yang di mabok cinta, tidak terkecuali kita kali gan ya?.

Tapi yang menjadi pertanyaan sampai sekarang, ilmu dan teori yang mengatakan bahwa orang itu punya cinta sejati atau tidak. Apakah cinta sejati dapat diukur, dilihat, dirasa, bahkan diaplikasikan kesetiap individu?. Mungkin akan sangat sulit mengatakan bahwa orang itu memiliki cinta sejati. “karena ia setia kepada aku”, dari kata itu orang akan menggambarkan bahwa cintanya yang ia bangun adalah cinta sejati. Ya semoga aja, kita hanya bisa berdoa gan.

Apalagi di zaman yang serba modern ini, pembahasan tentang sejati akan terasa kurang jika hanya memasukkan konsep dengan adanya cinta sejat tanpa menambah adanya bumbu materi (modal).

Keadaan berlakunya budaya cinta yang terpaku pada cerita seolah-olah hanya cinta sejati yang berlaku. Tapi itu semakin tidak berlaku lagi sering kebutuhan yang semakin banyak dalam menjalani asmara.

Di dalam dunia asmara, cinta sejati memang dianggap sakral dan harus dijalankan oleh masing-masing. Ketika cinta sejati tidak lagi berjalan, mungkin berbagai problem akan muncul ditengah hubungan.

Terus dimana pentingnya materi gan?. Apakah saling mendukung cinta sejati dengan materi? Atau senaliknya, tidak berkaitan sama sekali?.

Iya, materi mungkin akan sangat membantu dengan muncul kesejatian cinta. Pasangan akan berusaha mendapatkan keduanya demi kelancaran dan memenuhi kebutuhannya.

Dua hal tersebut secara empiris mungkin tidak dapat dipisahkan. Walaupun segelintir orang mengatakan bahwa dunia asmara yang dikaitkan dengan materi akan dianggap “matrek” jika keduanya masih mengikat status berpacaran.

Keberadaan materi yang cukup, akan berpengaruh juga pada kepercayaan seseorang terhadapa pasangan karena setiap pasangan akan dapat memenuhi kebutuhan sendiri tanpa harus bergantung pada salah satunya.

Ketidak bergantungan itu, akan membuat pasangan merasa bahwa dalam membangun cintanya tidak ada kendala yang cukup berat. Meskipun, tidak menutup kemungkinan dalam pasangan tersebut, kadang kala jugaada yang membutuhkan bantuan.

Memang akan sangat mudah bagi seseorang yang memiliki materi yang cukup demi mendapatkan cinta yang didambanya.

Sehingga materi dalam dunia percintaan akan mempengaruhi. Setiap orang akan berhenti sejenak untuk berfikir mengenai cinta sejati ketika kebutuhan yang lain kurang terpenuhi. Tuntuntan itu yang harus dhadapi setiap pasangan untuk dapat terus mempertahankan hubungannya. Sampai-sampai orang bilang “Opo warek mangan cinta ae?. . .

Tidak adanya cinta sajati juga akan sulit membangun relasi, namun tanpa adanya materi terasa akan terkendalanya perjalanan cinta tersebut.

         


17 September 2014

Problema BBM

Jadikan Masyarakat Inovatif juga Produktif


Kelangkaan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terjadi karena adanya pengurangan kuota dari pemerintah, mengakibatkan beberapa SPBU di beberapa kota sempat kesulitan. Hal itu juga berdampak pada masyarakat yang sebagian besar menggunakan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Akibat kelangkaan itu, tidak jarang masyarakat beralih pada BBM nonsubsidi seperti pertamax plus yang harganya jauh lebih mahal.
Terkait isu mengenai kenaikan harga BBM di tahun ini (2014), menjadikan tantangan tersendiri baik pemerintah maupun masyarakat. Adanya penyebab kenaikan harga BBM, masih menjadi wacana yang simpang siur di lingkup pemerintahan. Tidak sedikit pemberitaan, kenaikan dipicu adanya alokasi subsidi di APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) hampir habis. Untuk itu pemerintah berharap adanya dukungan dari masyarakat adanya kebijakan untuk program produktif tersebut.
BBM bersubsidi yang diberikan pemerintah dinilai tidak tepat sasaran. Artinya banyak penikmat BBM bersubsidi justru dari kalangan yang mampu dalam segi ekonomi. Keadaan itulah yang semakin memperparah kebutuhan minyak mentah setiap tahunnya. Sehingga pemerintah harus dapat menutup kerugian yang diakibatkan harga minyak mentah di pasar Internasional dengan harga BBM yang disubsidi.
Keadaan BBM yang mengalami naik turun, sudah menjadikan hal yang harus masyarakat hadapi. Sehingga untuk menurunkan dampak kesenjangan ekonomi akibat kenaikan harga BBM, pemerintah harus berupaya membuat program dan pelatihan pada pemanfaatan bahan selain dari minyak.
Sudah banyak masyarakat yang menemukan ide kreatif dan bermanfaat untuk menanggulangi kenaikan harga BBM. Seperti pemanfaatan energi yang terbuat dari Migas. Pemanfaatan Gas pada elpiji yang sering digunakan masyarakat dalam membuat inovasi itu. Bahan tersebut mampu menekan pengeluaran biaya karena diklaim setiap tabung gas elpiji berukuran 3 kg mampu menempuh jarak hingga 100 km.
Beragam kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi, mendorong masyarakat untuk bisa tetap menekan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan walapun keadaan harga BBM mengalami kenaikan.
Sikap pemerintah dalam menyelesaikan keadaan itu, harus dapat mendukung dan mengupayakan adanya inovasi tersebut menjadi masyarakat yang produktif, bukan lagi konsumtif. Budaya masyarakat yang konsumtif akan menimbulkan ketergantungan masyarakat pada keadaan.
Peluang terobosan tersebut, mampu memberikan nilai yang lebih untuk dapat dikelola serta dikembangkan pemerintah menjadi salah satu kontribusi dalam mengupayakan keadaan harga BBM akan lebih setabil.

Usaha untuk dapat mengembangkan inovasi menjadi bahan produktif, pemerintah tetap mengupayakan untuk masuk dalam lingkup nonakedemik maupun akademik terutama sekolah-sekolah kejuruan. Kerjasama di lingkup akademik akan memotivasi generasi-generasi baru yang diharapkan mampu mengembangkan skill mereka terkait inovasi pemanfaatan tenaga dari Migas tersebut.

coruption

Koruptor tidak sama dengan Orang Gila

Sebagai Negara demokrasi, Indonesia telah melawati masa-masa persaingan politik yang memanas mulai dari pesta wakil rakyat (caleg) hingga pemilihan calon dan wakil presiden periode 2014-2019. Namun hal itu tidak mengurangi realita kasus-kasus yang membelit birokrasi Negara ini. Korupsi salah satu permasalahan yang terus menggerogoti nasib rakyat kecil di Negara Indonesia ini.
Budaya korupsi memang sudah menjadi rahasia umum, bukan lagi tindakan yang harus di haramkan (dihindari). Tetapi justru di lanjutkan dan dilindungi, jika ada kesempatan.
Masyarakat Indonesia menjadi prihatin, seolah-olah dibuat gila” dengan perilaku yang dilakukan para petinggi Negara. Mulai dari kalangan menteri hingga kader politisi yang ingin memperkaya diri.
Yang menjadi pertanyaan, dimana bedanya Koruptor dengan Orang Gila?. Pada hakekatnya orang gila, dapat dipengaruhi adanya keturunan, tekanan hidup, serta permasalahan ekonomi yang tidak bisa dihadapi. Sehingga orang yang semula “normal” dengan adanya tekanan-tekanan tersebut akan sedikit berbeda dalam perilaku seperti orang pada umumnya. Maka dari itu orang gila identik dengan sebutan “Sakit Jiwa”. Sehingga orang tersebut perlu direhabilatas atau di rawat secara intensif untuk mengembalikan kejiwaanya.
Bagi koruptor yang hanya merugikan Negara, mereka bukan lagi Sakit Jiwa tetapi Jiwa Yang Sakit. Untuk itu, masyarakat harus dapat membedakan siapa yang Sakit Jiwa dengan orang yang ingin membuat Jiwanya Sakit.

Koruptor bukan lagi rakyat biasa (jelata atau miskin), namun mereka para penguasa. Sehingga dari latarbelakang kehidupanpun sudah sangat jauh dengan orang yang disebut Sakit Jiwa. Semoga di Negara ini tidak hanya berdiri RSJ (Rumah Sakit Jiwa) tetapi RJS (Rumah Jiwa yang Sakit) bagi mereka. 

17 Agustus 2014


Pemanfaatan Energi Terbarukan Untuk Masyarakat Kecil

            Di tahun 2015 nanti Negara Indonesia digadang-gandang menjadi tuan rumah terselenggaranya pasar bebas ASEAN. Untuk mengantisipasi terjadinya masalah perekonomian, pemerintah harus berupaya membuat neraca perekonomian Indonesia tetap di titik stabilitas.
            Sebagai Negara demokrasi tidak jarang perekonomian Indonesia mengalami pasang surut dengan pengaruh adanya penegakan hukum dan suhu politik yang ada.
            Indonesia tumbuh menjadi pemain global dalam pasar perekonomian, namun adanya kendala keterlambatan pembangunan demokrasi yang mengakibatkan Indonesia masih mengalami masalah sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).
            Pemanfaatan SDM yang kurang maksimal akan berpengaruh pada pergerakan pembuatan inovasi teknologi baru diantaranya pada masalah energi dan pangan dari alam.
            Gejolak perekonomian Indonesia yang kurang stabil akan membuat dampak negatif pada masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat, dengan harga bahan pangan dan energi yang tidak terjangkau hanya akan membuat masyarakat menengah ke bawah semakin menderita.
            Seperti halnya pada percepatan peraturan pemerintah yang akan berlaku di bulan Agustus tahun 2014 mengenai penaikan harga LPG (liquefied petroleum gas) 12 kg, menambah daftar permasalahan panjang pemerintah dengan masyarakat yang kurang mampu.
            Kenaikan harga tersebut tidak sedikit memunculkan spekulasi dan ketidaktepatan sasaran pemerintah kepada masyarakat. Artinya kenaikan yang semula ditujukan kepada masyarakat menegah keatas justru akan berbanding terbalik. Masyarakat menegah keatas akan beralih kepada LPG subsidi yang berukuran 3 kg untuk memenuhi kebutuhannya.
            Hal itu akan menjadi pengaruh pada masyarakat kecil yang hanya akan mendapatkan getah (tumbal) dari kebijakan pemerintah.
            Belum lagi dengan kenaikan harga LPG, banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengoplos tabung gas, sehingga pemerintah khususnya BUMN juga akan sangat dirugikan dengan adanya kecurangan dilapangan.
            Pada dasarnya pemerintah memang mempunyai hak untuk mengatur jalannya perekonomian untuk bersaing dengan pasar Internasional. Namun, pemerintah juga arus memperhatikan solusi dalam memecahkan permasalahan di dalam negeri. Bagaimana solusi itu dapat memberikan potensi baru dan keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang kurang mampu atau menengah kebawah.
            Solusi dengan mengadakan energi yang terbarukan akan menekan dampak krisis perekonomian yang dihadapai masyarakat menengah ke bawah. Sehingga masyarakat akan selalu siaga ketika adanya kenaikan bahan pangan dan energi yang diakibatkan kerugian Negara.
            Seperti pada permasalah kenaikan LPG tersebut, hal itu mejadi sangat berat ketika masyarakat tidak mendapatkan empower dari pemerintah mengenai solusi yang harus dilakukan.
            Untuk mengatasi itu, pemerintah harus memiliki terobosan teknologi yang bekerja dan menghasilkan gas yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Memberlakukan program pelatihan antara lain pembuatan bio gasa merupakan cara yang efektif untuk mengahadapi permasalahan tersebut. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk mendampingi serta memberikan arahan pada masyarakat.
            Pemberdayaan masyarakat dengan mengeluarkan teknologi baru yang meringankan beban masyarakat menengah ke bawah,  merupakan salah satu upaya bagaiman masyarakat tersebut tetap sejahtera dengan kebutuhan yang semakin meningkat dan harga barang pangan semakin tinggi.
            

21 Juli 2014

Trend Media Sosial Bagi Pemilih Pemula

Uforia pesta demokrasi Indonesia memang sudah berlalu setelah dilaksanakannya pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 kemarin. Namun, hal itu masih menyisihkan kenangan dan perjuangan terutama para relawan maupun tim sukses masing-masing pendukung.
Bentuk dukungan yang besar adalah bentuk masyarakat yang semakin terbuka mengenai pentingnya demokrasi. Dukungan pun mengalir dari berbagai lapisan masyrakat bahkan para komunitas anak muda yang turut meramaikan pesta lima tahunan itu.
Adanya peran anak muda menjadikan pesta demokrasi semakin kreatif. Relawan yang tergabung dari berbagai lapisan anak muda menyuarakan kampanye kepada masyarakat untuk menggunakan hak memilihnya. Akibatnya, peran anak muda akan mejadikan nilai tersediri dalam menekan angka golput yang masih berlaku di masyarakat.
Selain pengaruh UU yang menagatur tentang setiap warga Negara yang berumur lebih dari 17 tahun atau sudah menikah dapat menggunakan hak pilihnya. Disamping itu ada rasa kesadaran pada pemilih pemula untuk dapat menyumbangkan suaranya demi perubahan Negara untuk lima tahun mendatang.
Para pemuda mulai berfikir kritis dan independen, tidak menerima kebijakan begitu saja dalam menyikapi pesta demokrasi. Untuk itu akan menjadi mubadzir (sia-sia) kalau hak pilih mereka tidak digunakan. Artinya setiap suara dari pemilih pemula akan sangat berharga bagi nasib rakyat Indonesia nanti baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.
Peningkatan pemilih dari kalangan anak muda juga tidak lepas dari gaya kampaye kreatif pesta demokrasi sekarang. Internet sebagai media yang paling bebas untuk menyuarakan aspirasi setiap masyarakat, tidak terkecuali para anak muda yang mengawal pemilu tahun ini.
Media yang menjadi alternatif tersebut dijadikan sebagai upaya meningkatkan peran anak muda untuk ikut bersuara dalam menentukan pilihanya nanti.
Tidak menutup kemungkinan bahwa pemilih pemula merupakan pengguna internet atau penikmat media sosial. Sehingga akan berpengaruh bagi pemilih pemula dalam menyikapi berita maupun kampanye para kandidat di jejaring sosial secara kritis dan mandiri.
Suara pemilih pemula yang meningkat akan berpengaruh pada keadaan sekitarnya dalam memberikan keteladanan sikap demokrasi yang cerdas dan bijak.
Bagi para pemilih pemula, adanya profil masing-masing calon presiden dan wakil presiden di media massa menjadi kebutuhan yang harus ada sebagai referensi menentukan hak pilihnya.
Selain adanya tayangan di media televisi yang membahas berlangsungnya acara debat itu. Namun disaat bersamaan, informasi atau pemberitaan yang up to date sangat diperlukan bagi pemilih pemula. Informasi dianggap sebagai upaya calon presiden dan wakil presiden untuk bisa menggalang suara masyarakat untuk menentukan pilihannya nanti.

Pada akhirnya peran pemilih pemula mejadi esensial, sehingga menjadikan sikap responsif terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk meraup suara sebanyak-banyaknya dari kalangan anak muda sebagai penentu kemenangan.