27 Juni 2014


Kampanye Kreatif, Bukti Intelektual Bangsa
Pesta Demokrasi Rakyat tinggal menghitung hari lagi. Indonesia sebagai Negara berazas demokrasi akan melaksakan pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 nanti. Intensitas kampanye pun akan semakin meningkat. Mengingat putaran debat presiden dan wakil presiden sudah memasuki fase ketiga.
Persaingan kampanye pun akan digencarkan oleh masing-maing kandidat. Tidak sedikit kontroversi yang muncul dilapangan akan terjadi. Black Campaign salah satunya masalah yang selalu mewarnai pesta demokrasi di Negara Indonesia. Perilaku oknum-oknum yang tak bertanggung jawab, membuat proses kampanye sehat akan sedikit terkendala karena munculnya opini publik akibat masalah tersebut.
Sudah saatnya, masalah itu sudah tidak ada di lapangan. Dengan memunculkan kampanye yang kreatif, menandakan bahwa pesta demokrasi adalah ajang menggali intelektual masyarakat. Selain itu, akan menekan adanya tindakan masyarakat maupun para tim sukses melakukan kampanye yang berunsur SARA.
Dalam menyampaikan pesan visi dan misi kepada masyarakat, masing-masing kandidat perlu adanya alat atau wahana yang disebut media kampanye. Ya, media tersebut dapat dinamakan sebagai komunikator politik untuk mengangkat popularitas maupun elektabilitas kandidat.
Banyak hal yang dilakukan oleh para kandidat dengan melakukan kampanye kreatif, mulai strategi blusukan hingga menggunakan media massa.
Tidak sedikit masyarakat yang juga terlibat dalam kampanye kreatif, terutama para komuniatas maupun perkumpulan lainnya seperti para petani, tukang ojek sampai lembaga agama.
Pemilihan komunikator politik yang tepat akan memberikan efek yang cukup besar kepada antusiasme masyarakat untuk memilih kandidat.
Untuk itu, tidak jarang setiap kandidat pun berlomba-lomba untuk mendapatkan para komunikator politik seperti artis, model, musisi hingga seniman. Dengan begitu, para publik  figur sengaja digunakan agar masyarakat lebih mengenal dan tertarik untuk memilih kandidat yang menggunakan komunikator tersebut.
Melalui berbagai latar belakang komunikator politik itu, para kandidat berusaha memanfaatkan kampanyenya dengan membuat sebuah karya. Sehingga tidak sedikit komunikator politik yang berlatar belakang musisi memberikan dukungannya dengan membuat sebuah lagu. Karya lagu yang khusus diciptakan untuk kandidat guna menarik perhatian dan memperbanyak simpatisan dari masyarakat.
Dengan adanya karya lagu itu, masyarakat akan lebih mudah mengingat sosok kandidat yang didukungnya. Selain itu, lagu tersebut akan menjadikan alat sebagai cir-ciri atau identitas kandiat. Apalagi bagi para pemilih pemula (anak muda), dengan melalui kampaye lagu akan memberikan value tersendiri, karena rata-rata anak muda identik dengan musik.
Selain pemanfaatan musisi, para kandidat juga bisa melakukan kampanyenya dengan menggunakan para model untuk menarik perhatian masyarakat. Banyak cara yang dilakukan melalui model, seperti mengenakan konstum karikatur kandidat hingga membagikan stiker yang berlogo para kandidat.
Dari sekian cara atau strategi kampanye, hal yang sering identik dengan kampanye kreatif adalah penggunaan media massa. Memanfaatkan media massa sebagai alat kampaye adalah cara yang tergolong moderen karena memberikan dampak besar bagi masyarakat yang rata-rata pengguana media sosial tersebut. Hal itu menjadikan strategi untuk menjagkau masyarakat yang luas yang tidak bisa dilakukan secara langsung (verbal: kampanye akbar) dalam penyapaian pesannya.

10 Mei 2014

Berbedakah?

Perbedaan Dalam Kebersamaan
Kehidupan sering kali penuh dengan perbedaan dan fenomena dilapangan yang tidak terduga. Itu pula yang sering menimpa manusia baik dalam berfikir maupun berperilaku. Perbedaan kadang menjadi hal yang penting dalam kehidupan, namun hal itu juga dapat menyebabkan kekacauan dan kurangnya komunikasi diatara manusia.
Manusia memang akal pikirannya untuk melakukan hal yang sesuai dengan tatanan lingkungan. Tetapi itu semua akan berubah seiringnya pengaruh dari luar untuk memecahkan akal yanh semula tadi. Pengaruh “lupa” adalah hal yang tidak bisa di hindari oleh manusia. Ada yang mengatakan hal itu yang dikaitkan dengan dasar maupun ilmu-ilmu pengetahuan. Bahwa manusia adalah salah satu makluk hidup yang mempunyai sifat lupa dan salah.
Sifat lupa secara umum akan merujuk pada hal yang akan merugikan diri sendiri. Kerugian itu akan dapat dirasakan ketika manusia sudah pada titik dimana akan ada sedikt perbedaan diantara persamaan yang bersifat lebih dominan. Muncul adanya kesadaran diri bahwa ada perbedaan didalam dirinya, mungkin manusia itu sudah merasa melakukan kesalahan di dalam lingkungannya.  Sehingga tidak bisa dihindari, adanya lingkungan yang menjadi pengaruh penting bagi jalannya sebuah kehiudpan.manusia.
Dalam kehidupan manusia, tentu ada alat yang digunakan untuk bisa menyampaikan dan menerima hal baru. Manusia perlu adanya komunikasi, karena dengan adanya komunikasi akan menimbulkan rangsangan untuk berfikir dan berperilaku. Ketika sebuah komunikasi manusia bermasalah, kemunculan problem baru akan segera menghampiri. Mengulas mengenai sifat lupa manusia, menjadikan faktor komunikasi yang dilakukannya kurang efektif. Manusia lupa karena adanya pengaruh fikiran dan tekanan yang dialami dan menjadikan daya ingat manusia menjadi banyak. Fokus akan hal-hal yang manusia record dalam ingatannya akan melemah. Kebutuhan akan komunikasi untuk mengingatkan hal yang sudah ditersimpan dalam ingatan manusia, merupakan kebutuhan untuk memenculkan kembali hal yang akan terlupakan.
Tidak sedikit masyarakat yang membahas tentang segi perbedaan. Masyarakat mengungkapkan dalam beberapa perspekti yang mereka nilai hal itu penting untuk di perbincangkan. Berbeda dalam berfikir, bertindak atau berperilaku merupakan pembahasan yang sering di diskusikan. Setiap insan pasti memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga akan mempengaruhi tentang bagaimana mereka berfikir dan berperilaku dengan lingkungannya, termasuk berkomunikasi dengan masyarakat.
Sebuah gagasan maupun ide sering terdengar dalam sebuah forum diskusi. Setiap manusia mempunyai pandangan terhadap ide yang akan disampaikan. Apakah ide tersebuh memberikan motivasi atau bahkan sebaliknya, ide tersebut muncul karena adanya pemikiran kritis sehingga tidak menutup kemungkinan adanya sanggahan atau kritik pedas. Penyampaian kritik yang pedas memang merupakan semacam “diskriminasi” yang di sampaikan karena adanya ketidak samaan pendapat. Kata diskriminasi memang kurang sopan, namun itulah yang sering diterima manusia yang mendapat kritikan. Secara spontan, memang melalui bahasa tubuh sulit untuk diketahui. Tapi setiap manusia bisa merasakan melalui perasaan yang peka ketika dirinya kurang diterima dengan lingkungannya. Aksi memberontak, melawan peryantaan sering menjadi tameng kekuatan manusia yang ingin membela dirinya (Wb).


27 April 2013

gadgetasosial.com
Gadget juga bisa bersifat asosial
             Sekarang ini gadget memang menjadikan kebutuhan masyarakat yang sebelumnya bersifat tersier berubah menjadi kebutuhan yang sifatnya primer. Realita seperti itu yang sekarang ini terlihat ditengah-tengah masyarakat. Dilihat dari sifat kebutuhan menurut waktunya, gadget dizaman sekarang ini sudah berubah dari kebutuhan yang sifatnya akan datang menjadi kebutuhan yang sifatnya sekarang artinya bahwa gadget di zaman sekarang ini adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi atau kebutuhan yang harus segera terpenuhi. Setiap individu akan memanfaatkan sebuah gadget secara terus menerus.
Akan tetapi jika pemanfaatan gadget sendiri tidak melihat waktu dan tempat hal ini justru akan sangat mengganggu bagi diri individu dan orang lain. Sadar atau tidak sadar hal itu sudah menjadi kebiasaan orang di zaman teknologi modern ini. Diri sendiri merupakan pengaruh besar pertama bagaimana individu itu memperlakukan gadgetnya. Jika hal ini di biarkan, perilaku individu akan berubah dan setiap melakukan kegiatanya selalu bergantung pada gadget. Ketergantungan itu akan menimbulkan dirinya pasif dalam menciptakan ide dan kreatifitas sendiri. Jika sudah begitu, individu akan mencari cara bagaimana mendapatkan gadget yang lebih dari sebelumnya sehingga individu beranggapan bahwa gadget adalah segalanya.
Memang dengan gadget orang akan mudah menjalin sebuah komunikasi dengan orang lain, baik yang didekat maupun yang jauh dari dirinya. Akan tetapi dengan penggunaan yang tidak bijak justru gadget akan membuat orang menjadi tertutup dengan orang yang lebih dekat dengannya. Sehingga gadget juga dapat diartikan sebagai alat “mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”. Ketika penggunaan gadget sudah dalam tahap menjauhkan yang dekat hal ini akan sangat merugikan. Karena individu tidak lagi merespon hal–hal yang terjadi di sekitarnya akan tetapi individu akan lebih konsentrasi pada hal atau orang yang ada digadget tersebut.