14 April 2015

Sekarang, Bukan Yang Dulu?
           
Jarak dan waktu yang membatasi komunikasi kadang menjadi kendala bagi mereka yang pernah memiliki tambatan hati atau biasa disebut “mantan”. Walaupun setidaknya agan tidak sedikit tahu mengenai kebiasaan dan apa yang dia suka semasa masih menjalin hubungan. Seiring berjalannya waktu, mungkin hal itu tidak sama lagi dengan apa yang agan rasakan dan pahami tentang dirinya sekarang. Semua berubah, berganti dan tidak sama dengan yang dulu. Itulah kendala yang agan akan temui jika tidak menemukan titik kelemahan dan menemukan solusi bagaimana cara memperoleh perhatian agar dia interest lagi pada agan.

            Belum lagi pengaruh lain yang mungkin menentukan atau merubah sikap ketika dia bertemu lagi dengan agan. Pertama, dia mungkin akan bersikap “JAIM atau Jaga Image”. Sikap seperti itu akan muncul dengan sendirinya, jangankan udah pernah putus. Ketika agan masih menjalin hubungan aja mungkin masih menemui sikapnya yang seperti itu. Apa lagi ini posisi agan sudah tidak ada hubungan dan dinyatakan sudah putus dengan dia. Patut agan memaklumi jika dia sudah mulai bersikap yang seperti itu, agan tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada dirinya. Meskipun, secara tidak sengaja agan mulai merasa sedih, atau kurang diterima lagi ( nothing welcome for you) bukan?. Dia tidak pernah terbuka lagi ketika agan bertanya, dan bisa jadi dia mulai tidak tertarik dengan apa yang agan bicarakan, ceritakan, hingga diskusi dengan dia. Ketertarikan dia untuk berbicara dengan agan sudah turun drastis, dia akan bersikap cuek, walaupun sekali-sekali dia masih merespon pembicaraan agan. Kedua, dia akan lebih pasif ketika agan mengajak bicara. Sikap pasif yang agan temui melambangkan bahwa dirinya hanya akan menjadi pendengar setia apa yang agan bicarakan, dan yang paling parah ketika agan membuka kembali pembicaraan tentang kisah cinta atau hal yang berbau dengan asmara tetapi dia tidak merespon sama sekali. Hingga akhirnya agan mungkin seakan-akan menemui titik jenuh. Pasif yang dia keluarkan menjadi semacam lapisan pintu yang kembali menghadang agan untuk mencoba flashback tentang perasaan dan perjalannya agan bersamanya dan itu dahulu. Contoh pertama dan kedua mungkin sudah menunjukkan betapa sulitnya dinding hati mantan agan sulit untuk ditembus lagi. Apalagi ditambah dengan sikapnya yang lain yaitu karena dirinya sudah punya gebetan atau pacar baru. Bak disambar petir di siang bolong gan?. Wajar agan merasakan hal itu, walapun hatu agan tercabik-cabik ketika mendengarkan jawaban langsung dari dia mengenai status dan hubungannya dengan orang lain.
            Beban berat akan agan pikul dan selesaikan, gimana tidak posisi agan yang masih cinta dan sayang pada dia ternyata akan sia-sia serasa tidak ada harapan lagi untuk mendapatkan hatinya. Ibarat kata “jangankan memiliki, sekedar dekat aja udah sudah mas bro”.
            Dari tiga perkara yang mempengaruhi agan sulit untuk mendekati dia, mungkin pengaruh yang ketiga yang lebih menonjol dan mempunyai daya pengaruh jauh lebih besardan berat. Agan harus ingat, dia sudah mempunyai tambatan hati lain walaupun dia masih menyimpan sedikit kenangan semasa bersama agan. Tapi agan jangan teralu berharap dengan kenangan yang dia masih simpan. Kenangan itu baginya mungkin sudah kenangan yang lalu dan siap-siap dilupakan oleh dia. Semoga tidak gan.
            Perasaan yang dahulu peka terhadap agan mulai berkurang, ya walaupun agan sudah memberikan dan berusaha untuk menyenangkan dia dengan cara agan sendiri. Agan akan merasa senang ketika usaha dan perhatian agan direspon sedikit oleh dia. Perlu di ingat gan, hal itu bisa jadi karena hanya attitude dia untuk sekedar menghormati apa yang agan lakukan. Tapi tidak apa-apa dari pada tidak sama sekali gan. Kan jadi sedih dan gegana (gelisah, galau, merana) ketika apa yang agan lakukan tidak ada tanggapan dari dia.
            Setelah agan dapat mengamati serangkaian komunikasi baik verbal maupun nonverbal yang agan lakukan. Agan akan mengerti meski sedikit tentang perubahan yang dia lukakan. Dan itu menjadi titik temu bagi agan walaupun itu bukan harapan yang pasti untuk keberhasilan agan mendapatkan dia kembali. Ingat gan “cinta juga tak semudah membalikan telapak tangan”.
            Harapan agan untuk tetap mendapat tempat di hatinya, mungkin atau tidak kali ya?. Mungkin ada tapi jarang gan ya. Kebanyakan dia udah rela ninggalin agan demi mendapatkan yang lebih baru dan yang lebih baik dari agan (pintanya). Kecuali dia masih menyimpan rasa cinta yang besar kepada agan dari pada pacar barunya, semoga gan.
            Sedangkan agan merasa bahwa cinta agan kepada dia masih ada dan berharap besar untuk diterima lagi ya gan. Gimana lagi gan, usaha dan tenaga sudah agan lakukan tinggal hasil yang agan akan terima. Entah itu hasil pahit atau manis gan. Orang pasti berfikir yang manis-manis tanpa sedikit berfikir pahitnya gan. Makanya ketika menelan yang pahit akan kaget. Mungkin agan hanya bisa pasrah dan berdoa semoga usaha yang agan lakukan sedikit berarti di mata dia gan.
            Tapi, itu semua menjadi ratapan semata yang hanya akan menyedihkan agan, jika agan tidak mampu merubah dan melupakan apa yang barusan pahitnya kenyataan. Semangat gan, kalau emang dia tidak bisa kembali ke agan, setidaknya sudah menjadi mantan dari dia. Walaupun mantan dari pada hanya kakak-adikan (biasanya sih gan).
            Mungkin banyak nilai atau pembelajaran yang agan akan dapatkan ketika mencoba kembali kepada mantan. Apa yang agan rasakan dan harapkan bahwa agan sebenarnya masih cinta pada dia, ternyata dia tidak gan. Agan mungkin hanya akan dibuat kebingungan dan dilema ketika apa yang agan rasakan terlalu berat untuk diwujudkan kembali bukan. Nah itu, memang berat. Namun, semua bergantung pada pendirian agan apakah tetap bertahan dengan ketidak pastian atau mencoba melangkah dan melupakan kegelisahan yang agan rasakan.
            Melangkah dan mencoba memang akan terasa berat, jika gan masih menyimpan feel to someone. Renungan buat agan mungkin agan berfikir bahwa dia saja dapat berubah dan tidak berfikir dengan masa lalu (masa-masa ketika bersama agan). Bagaimana dengan agan sendiri apakah juga bisa seperti itu?. Dia saja sudah tidak tertarik dengan agan. Apakah agan tetap tertarik pada dia?. Yang akan terjadi hanyalah belenggu cinta yang akan tetap mengikat agan untuk tetap mengagimu, menyayangi, memperhatikan dan menyanjung dirinya.

            Untuk itu, cinta perlu diperjuangakan artinya agan juga berhak memperjuangkan cinta agan untuk melupakan seseorang yang tidak lagi tertarik (cinta) kepada agan, namun berjuang demi mendapatkan cinta baru agan lagi. Maka dari itu ingat apa yang sering pepatah katakan “Aku kon mikerne kowe terus, Opo yo kowe mikerne Aku”. Dan agan hanya bisa menyampaikan sedikit kata kepada mantan agan yang berbunyi “Mungkin cuma Aku yang terlalu saying, tapi Kamu tidak”. (Wb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar