Pemanfaatan
Energi Terbarukan Untuk Masyarakat Kecil
Di tahun 2015 nanti Negara Indonesia
digadang-gandang menjadi tuan rumah terselenggaranya pasar bebas ASEAN. Untuk
mengantisipasi terjadinya masalah perekonomian, pemerintah harus berupaya
membuat neraca perekonomian Indonesia tetap di titik stabilitas.
Sebagai Negara demokrasi tidak jarang
perekonomian Indonesia mengalami pasang surut dengan pengaruh adanya penegakan
hukum dan suhu politik yang ada.
Indonesia tumbuh menjadi pemain
global dalam pasar perekonomian, namun adanya kendala keterlambatan pembangunan
demokrasi yang mengakibatkan Indonesia masih mengalami masalah sumber daya
manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).
Pemanfaatan SDM yang kurang maksimal
akan berpengaruh pada pergerakan pembuatan inovasi teknologi baru diantaranya
pada masalah energi dan pangan dari alam.
Gejolak perekonomian Indonesia yang
kurang stabil akan membuat dampak negatif pada masyarakat khususnya masyarakat
menengah ke bawah. Kebutuhan hidup yang semakin meningkat, dengan harga bahan
pangan dan energi yang tidak terjangkau hanya akan membuat masyarakat menengah
ke bawah semakin menderita.
Seperti halnya pada percepatan peraturan
pemerintah yang akan berlaku di bulan Agustus tahun 2014 mengenai penaikan
harga LPG (liquefied petroleum gas)
12 kg, menambah daftar permasalahan panjang pemerintah dengan masyarakat yang
kurang mampu.
Kenaikan harga tersebut tidak
sedikit memunculkan spekulasi dan ketidaktepatan sasaran pemerintah kepada
masyarakat. Artinya kenaikan yang semula ditujukan kepada masyarakat menegah
keatas justru akan berbanding terbalik. Masyarakat menegah keatas akan beralih
kepada LPG subsidi yang berukuran 3 kg untuk memenuhi kebutuhannya.
Hal itu akan menjadi pengaruh pada
masyarakat kecil yang hanya akan mendapatkan getah (tumbal) dari kebijakan
pemerintah.
Belum lagi dengan kenaikan harga
LPG, banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengoplos tabung
gas, sehingga pemerintah khususnya BUMN juga akan sangat dirugikan dengan
adanya kecurangan dilapangan.
Pada dasarnya pemerintah memang
mempunyai hak untuk mengatur jalannya perekonomian untuk bersaing dengan pasar
Internasional. Namun, pemerintah juga arus memperhatikan solusi dalam
memecahkan permasalahan di dalam negeri. Bagaimana solusi itu dapat memberikan
potensi baru dan keuntungan tersendiri bagi masyarakat yang kurang mampu atau
menengah kebawah.
Solusi dengan mengadakan energi yang
terbarukan akan menekan dampak krisis perekonomian yang dihadapai masyarakat
menengah ke bawah. Sehingga masyarakat akan selalu siaga ketika adanya kenaikan
bahan pangan dan energi yang diakibatkan kerugian Negara.
Seperti pada permasalah kenaikan LPG
tersebut, hal itu mejadi sangat berat ketika masyarakat tidak mendapatkan empower dari pemerintah mengenai solusi
yang harus dilakukan.
Untuk mengatasi itu, pemerintah
harus memiliki terobosan teknologi yang bekerja dan menghasilkan gas yang
dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Memberlakukan program pelatihan antara
lain pembuatan bio gasa merupakan cara yang efektif untuk mengahadapi
permasalahan tersebut. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk mendampingi serta
memberikan arahan pada masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat dengan
mengeluarkan teknologi baru yang meringankan beban masyarakat menengah ke
bawah, merupakan salah satu upaya
bagaiman masyarakat tersebut tetap sejahtera dengan kebutuhan yang semakin
meningkat dan harga barang pangan semakin tinggi.
