01 Januari 2015

Cukup Kakak-Adikan Aja, Ya
“Hmmm gimana kalau kita temenan dulu aja ya?. Itulah awal dari sebuah histori yang membuat relasi semakin dekat. Dari sebuah perkenalan yang tak terduka yang kemudian berlanjut pada sebuah komunikasi baru untuk saling berbagi dengan orang lain
. Berbagai macam usaha mulai dari fikiran sampai tenagapun di keluarkan untuk dapat membangun relasi yang lebih jauh. Tetapi, adakalanya usaha itu kadang terbuang sia-sia karena adanya pendapat dan kesalah pahaman komunikasi diantara keduannya.
 Berfikir adanya relasi yang jelas dan ada statusnya memang perlu. Tapi, hal itu tak semudah yang dibayangkan. Status teman tapi mesra mungkin kurang, apalagi hanya teman biasa. Itulah yang menyebabkan usaha seseorang untuk lebih meningkatkan hubungan supaya memberikan kejelasan status yang lebih baik (diinginkan) yakni ada hubungan berstatus pacaran. Siapa sih yang enggak mau punya pacar, gebetan, sampai calon pasangan hidup?. Pasti hal itu wajar dialami oleh seseorang yang ingin mencari tambatan hatinya.
Ketika sebuah stimuli mendapatkan respon yang bagus , itulah langkah awal dari adanya strategi untuk selalu ingin dekat dan lebih memperhatikan sasaran. Umumnya hal itu dilakukan oleh kaum cowok, kenapa karena cowok sering dianggap lebih aktif untuk mengirimkan stimuli. Sebaliknya perempuan yang lebih peka dalam menangkap stimuli tersebut.
Usaha cowok terdiri beragam macam dan bentuknya untuk mendapatkan hati dan perhatian dari cewek yang disuka. Perhatian memang penting menurut cewek, tapi kadang perhatian yang terlalu berlebihan akan memberikan dampak kurang bagus. Perhatian hanya akan dianggap kurang penting, gombal semata, bahkan masuk kategori perhatian yang terlalu ALAY.
Gejolak jiwa dan fikiranpun akan terus mendorong cowok untuk segera mungkin mendapatkan dan menjadi orang yang mempunyai status disamping cewek. Berfikir untuk menentukan momen yang tepat menjadi hal penting untuk dapat segera mengungkapkan isi hati yang selama ini terpendam.
Tanda tanya besar atau beralusinasi (berandai-andai) akan muncul pada benak si cowok. “Andaikan dia jadi pacaraku, andaikan dia mau dengan aku, andaikan cintaku diterima, dan lain-lain. Segala hal berandai-andai yang bersifat positif dan menyenangkan semua dituangkan dalam benaknya, tanpa berfikir sisi lain yang akan ditemuai dan dirasakan. Ya, karena terlalu bersemangat orang akan lupa sisi ketika menerima kenyataan yang pahit dan tidak diinginkan.
Mungkin berandai-andai yang positif memang diperlu,kan, namun tiada salahnya ketika cowok beralusianasi ketika dirinya nanti dicuekin bahkan cintanya ditolak, betapa sakitnya dan ahncurnya perasaan yang selama ini didambakan. Kata pribahasa, “sedialah payung sebelum hujan”.
Sebuah momen yang menyenangkan dan mendebarkan saat cowok akan mengungkapkan perasaannya kepada cewek secara langsung. Rasa tegang, gugup, takut, ya takut untuk ditolak maksudnya bercampur aduk menjadi satu. Tapi apapun itu adalah sebuah konsekuensi bagi cowok untuk dapat mendapatakan cintanya meski nanti tak sesuai harapan.
Optimis dan percaya diri adalah modal yang harus dimiliki sebelum mengungkapkan perasaannya. Optimis, ya optimis untuk segera mengungkapkan perasaannya sebelum terlalu lama dan tiada kejelasan. Percaya diri, ya percaya diri bahwa cowok harus berani mengungkapkan terlebih dahulu dan yakin bahwa cintanya akan diterima.
Ya, mungkin seseorang akan gembira atau kegirangan ketika cintanya diterima dan akhrinya mendapatkan seorang pacar. Namun, betapa nestapanya ketikan cintanya ditolak oleh si cewek tersebut. Dan lebih nestapa lagi tenyata selama ini cewek hanya menggaapi dingin tas hubungannya, atapun bisa dibilang dia hanya menganggap cowok hanya kakaknya. Konyol juga, tapi itulah kenyataan yang pahit, yang mana harus diterima dengan ikhlas.
Usaha dan persanaan yang selama ini diimpikan ternyata bertepuk sebelah tangan. Dan hanya dianggap sebagai “Kakak-Adikan”. Tindakan itu sudah umum dan jamak dilakukan oleh cewek ketika mereka menolak cinta dari cowok. Hal itu mungkin bisa dibilang hanyalah manifes dari tindakan cewek yang mempunyai maksud menolak tetapi dengan cara halus. Mungkin menurutnya halus, di benak cowok apapun itu kata “reject” adalah hal yang tidak halus tetapi kelam dan menyedihkan.
Banyak alasan cewek dalam menolak cowok, cara “Kakak-Adikan” mungkin sekarang lagi booming dalam wacana. Tapi sebenarnya banyak cara lain yang juga senada dilakukan oleh cewek. Cara atau sikap untuk menghibur cowok dengan memakai penolakan seperti itu dirasa berhasil dan jitu. Tetapi hal itu hanya akan menambah pertanyaan besar, dan tekanan dalam fikiran bagi orang lain.
Di dunia percintaanpun mungkin membutuhkan sebuag ketegasan yang dasar untuk sebuah prinsip. Menyikapi cara cewek melakukan penolakan dengan mengatas namakan “Kakak-Adikan”, mungkin itu adalah simbol yang masih ambigu. Tidak adanya kejelasan penolakkan terjadi dalam kalimat tersebut. Pada dasarnya, kalimat adalah simbol untuk memberikan isyarat atau pesan. Latensi atau inti dari kalimat tersebut tetap sebuah penolakan, hanya saja dimodifkasi untuk agar tidak terlihat frontal atau kaku.
Ketegasan dalam penolakan pasti mempunyai alasan yang jelas juga, apakah menolak karena tidak suka, kurang nyaman, tidak sejalan, dan lain-lain.
Menolak dengan mengatakan “Aku tidak suka kamu!”, mungkin itu jauh lebih jelas nan tegas walaupun mendengarnya sangat menyakitkan dan serasa hidup ini tidak berguna lagi. Tapi, hal itu menjadikan sebuah resiko dan anggapan bahwa sikap cewek tersebut tegas bukannya berbelit-belit.
Sekarang fenomena penolakkan dengan cara “Kakak-Adikan” memang tersebar dimana, dan itu bisa jadi menjadi budaya anak muda. Opini yang akan terbangun dengan adanya itu, pertama hal itu menjadi konyol artinya setiap cewk menolak cinta dari cowok dikatakannya “Kakak-Adikan” saja. Secara logika, andaikan si cewek menolak sepuluh cowok dalam setahun artinya cewek tersebut sudah mempunyai sepuluh saudara tanpa ada hubungan darah yang jelas dari mana asalnya dalam setahun. Akibatnya, tidak bisa membedakan lagi ini saudara asli atau saudara dari hasil penolakan. Dan kedua, menimbulkan ke PD-an yang over pada cewek. Artinya, ini belum ada hubungan atau adanya pacaran saja sudah mengaku kalau cowok itu adalah kakaknya.
Hidup adalah pilihan dan pengorbanan, begitu juga cinta. Penolakkan dalam cinta juga sebuah perjuangan dan pilihan yang harus diterima konsekuensi oleh setiap mereka yang punya cinta.

16 Desember 2014

Love

Cinta dan Mimpi
Cinta, Tapi Hanya di Mimpi Saja deh -_-”
Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan makluk sosial yang tak bias jauh dari rasa cinta. Sentuhan perasahaan yang diartikan sebagai bagian dari cinta adalah hal yang begitu indah. Didalam jiwa setiap manusia pasti memiliki rasa kasih dan sanyang yang di artikan menjadi satu dengan kata cinta. Begitulah orang mengatakan dan mengungkapakan bahwa dirinya juga mempunyai cinta. Cinta kadang dapat muncul menghampiri seseorang kapan dan dimanapun berada. Selama tubuh manusia itu mempuyai jiwa dan perasaan yang sejalan (normal), saat itu juga sesorang masih bisa merasakan akan cinta dari sekitarnya baik keluarga maupun orang yang baru dikenalnya.
Cinta identik dengan perasaan seseorang ketika mengagumi lawan jenisnya. Hal itu sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu membangun dan menjaga hubungannya dengan orang lain. Ketika seseorang saling mencintai akan terasa bagaikan hidup ini indah tanpa ada permasalah sedikitpun didalam hidupnya.
Tapi, cinta juga memberikan pelajaran penting bagi manusia yang dapat merasakannya. Cinta tidak selalu berjalan mulus, cinta tidak selalu nyaman dan indah, namun cinta juga dapat memberikan sentuhan persahaan yang sakit, sedih, merana, dan lain sebagainya. Ibarat kata “Kadang kita mengagumi cinta tapi tak bisa memilikinya”. Kata itu sering terlintas ketika seseorang sudah mengerti bahwa sisi lain dari cinta juga dapat membuat hidup menjadi kalut dan nestapa.
Semua orang berhak dalam mengungkapkan dan mengartikan cinta. Tidak ada larangan mapun tekanan untuk seseorang dapat menggambarkan seperti apa dan bagaimana cintanya tersebut. Apakah cintannya sesuai yang diharapkan atau sebaliknya, bagaimana cinta itu hanya diangan-angan saja yang hanya lewat dan terjadi seperti mimpi?.
Kadang orang tidak bisa dibendung lagi akan rasa cinta kepada lawannya. Orang itu akan meyakinkan dirinya bahwa cintannya adalah benar dan tulus dari hati, bukan lagi main-main saja. Itu semua memerlukan proses untuk bisa mengahadapi dirinya sedniri sebelum mengahdapi orang yang dicintainya. Perasaaan percaya diri harus ada dalam dirinya artinya mental dan body language harus dibangun. Akan tetapi perasaan was-was, gundah, salting dan kurang siapnya mental selalu menghantui. Perasaan semacam itu hanya menyebabkan cinta akan lewat begitu saja didepan mata. Pada akhirnya perasaan kecewa akan menghampirinya dengan tekanan pikiran yang berat. Kejadian itu mengibaratkan bahwa “planning ok, eksekusi nol”. Kadang hal semacam itu hanya sering ditemui di tengah dunia percintaan.
Walaupun sudah kecewa, tetapi perasaan untuk penasaran ke lawan yang dincintainya tidak hanya berhenti disitu. Perasaan yang selalu mengagumi cinta akan senantiasa terlintas selama dirinya masih memendap rasa, walaupun belun sempat mengeksekusinya (shooting).
Sejalannya dengan waktu, orang tersebut akan terpaku dengan setiapperilaku dan bahasa tubuh orang yang di kaguminya. Merasa bahwa semua yang cantik, seksi, menarik, bahkan unyu ada di jiwa orang yang dikaguminya. Alhasil tidak dirasa bahwa orang itu hanya bisa mengagumi cinta. Memang sedih saat cintanya tidak tahu akan dibawa kemana dan dengan siapa. Sedih lagi ketika cintanya hanya dapat dirasa dituangkan didalam mimpi tanpa kenyataan.
Semakin berat jiwa seseorang akan menganggung perasaah dan rahasia hatinya sendiri tanpa ada kejelasan yang ada. Ada cinta tapi dimimpi saja, begitulah ungkapan yang mungkin pantas bagi mereka yang hanya mengagumi cinta.
Ketidak siapan mental dan cara seeorang dalam menghadapi persaaan cintanya, memang akan butuh waktu dan proses. Bukan satu atau dua menit saja orang akan dengan mudah memahami dengan baik.
Mungkin seserang akan merasa bangga dan senang walaupun cintanya hany sebatas mimpi tanpa ada ungkapan yang pasti pada orang yang dikagumi. Seseorang hanya dapat membayangkan betapa beruntungnya dirinya ketika bersama, bersanding, bercanda, sampai bermesraan dengan orang yang dikaguminya.

Hidupnya penuh dengan imajinasi, karena cintanya saja hanya dimimpi. Dibilang cinta fatamorganadan hanya fiktif belaka mungkin tidak ada salahnya. Namun, itu semua yang memberikan pelajaran bahwa cinta tak semudah yang dibayangkan. Perlu adanya usaha dan keyakinan diri untuk dapat menaklukkan perasaan cintanya sendiri. “KEEP CALM, AND BE PATIENT!”

14 Desember 2014

Meningkatkan Kesejahteraan Bahan Pangan
Indonesia adalah salah satu negara agraris yang menghasilkan berbagai macam bahan pangan dari para petaninya. Sehingga tidak sedikit petani di Indonesia menjadikan hasil buminya menjadi sebuah komoditas yang tidak kalah dengan bahan pangan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
            Pemanfaatan lahan tanah yang cukup luas memberikan keuntungan bagi petani untuk dapat terus mengembangkan hasil buminya sehingga dapat menyejahterakan bagi masyarakat khususnya komoditas bahan pangan tersebut.
               Berbagai macam bahan pangan yang sudah dihasilkan oleh petani Indonesia  misalkan pada bahan pangan beras. Beras merupakan salah satu bahan pangan yang harus dimiliki oleh setiap Negara untuk dapat mendukung dan memberikan kesejahteraan pangan bagi masyarakatnya. Komoditas petani beras sangat berpengaruh pada perekonomian negara dalam menyediakan atau memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
            Meningkatnya jumlah masyarakat dari tahun ke tahun, tentu akan berpengaruh pada tingkat kebutuhan pangan masyarakat. Hal itu akan memaksa pemerintah dan petani untuk saling mendukung dalam meningkatkan hasil bumi dengan jumlah yang lebih besar pula.
           Adanya peningkatan jumlah masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan pangan cukup akan menimbulkan polemik antaran kebijakkan pemerintah dengan petani di Indonesia. Seperti halnya pada penyediaan bahan pangan beras bagi masyarakat.
   Fenomena dilapangan memperlihatkan bahwa terjadinya benturan antara pemerintah dengan dengan nasib kesejahteraan petani lokal. Selain harga bahan pangan semakin tinggi akibat ketersediaan yang terbatas, tetapi kesejahteraan petani yang diabaikan tanpa adanya solusi dan pelatihan pengembangan bahan pangan dari pemerintah.
  Sebagai negara agraris seharusnya pemerintah tidak hanya membuat kebijakkan impor bahan pangan dari negara tetangga. Kebijakkan itu hanya akan memberikan dampak positif bagi kalangan tertentu tanpa melihat keadaan petani. Sehingga perlu adanya pengamatan dan penelitian dari hasil bumi yang di impor tersebut untuk dapat di implementasikan ke petani untuk meningkatkan kualitas dan jumlah bahan pangan yang lebih besar lagi.
Pemanfaatan dan pemberdayaan petani akan cukup mempengaruhi ekonomi yang cukup signifikan. Seperti halnya pada persedian bahan pangan yang melimpah. Ketersediaan bahan pangan yang cukup akan membuat harga dipasaran jauh lebih murah dari pada harga impor. Sehingga rakyat dapat menikmati hasil bumi dari petani lokal. Selain itu, dapat menekan biaya anggaran pemeruintah setiap tahun yang dialokasikan untuk bahan pangan impor.
Sebagai Negara berkembang seperti Indonesia harus tidak kalah dengan Negara-negara tetangga yang menghasilkan bahan pangan yang melimpah. Negara Vietnam adalah salah satu contoh Negara berkembang yang mempunyai prestasi di bidang agraris. Sebagai Negara berkembang, Negara tersebut mampu menjadi produsen bahan pangan beras ke-2 di dunia untuk di ekspor ke Negara lain.
Bentuk keseimbangan persediaan bahan pangan bagi masyarakat merupakan wujud kepeduliaan pemerintah dalam memberdayakan dan memanfaatkan peluang bagi petani untuk meningkatkan hasil buminya. Sehingga kerjasama antara petani dengan pemerintah akan sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian Negara terutama bidang agraris sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat luas.


           
            

04 Desember 2014

Relathionship
Relathionship
Pacaran kok perang?
Dalam menjalani cinta, tidak jarang seseorang menghadapi atau merasakan kepahitan akan namanya cinta. Umpatan dan kata-kata kasarpun sering keluar dari orang yang merasa di bebani oleh perasaan yang sakit, sedih, dan kecewa dengan cintanya. Tidak dapat dipungkiri hal itu juga terjadi pada masalah asmara.

Sebuah hubungan dalam asmara terkadang juga terhambat adanya konfilk antar pasangan. Konflik tidak hanya sekali atau dua kali, mungkin sering terjadi di setiap kegiatan bahkan dalam komunikasi mereka yang kurang harmonis.

Semua pasti mempunyai niat baik dalam manjalin hubungan dan ujungnya agar dapat menjadi pasangan hidup dalam keadaan senang maupun sedih. Tapi, dalam pacaran saja sudah perang dunia bagaimana dengan selanjutnya?.

Ketika sebuah hubungan sudah tidak sejalan, akan sangat berdampak pada komunikasi mereka. Sehingga akan berakibat kebobrokan dalam menjalin hubungan.

Bertengkar, marah-marah, sampai dengan tindakan KDMP (Kekerasan Dalam Masa Pacaran) tidak sedikit dilakukan oleh pasangannya. Tidak hanya pihak laki-laki tetapi juga dapat dilakukan oleh pihak perempuan. Sampai-sampai ada istilah yang menggambarkan bahwa ketika pasangan bertengkar akan terjadi masa kebisuan tujuh hari tujuh malam.

Bukan hanya berhenti pada tindakan yang saling mengasingkan diri dan membisu dengan pasangan. Hal lainpun akan ikut mempengaruhi mereka dalam melakukan sebuah manipulasi atau bisa dibilang mengagungkan sebuah kesempatan.

Hal yang sudah biasa terjadi yaitu mencari kesempatan dalam me-refresh keadaan hati masing dari mereka. Namun, biasanya cara yang dilakukan akan menyalahi aturan dalam sebuah hubungan yaitu dengan bersandar ke orang lain yang dianggap lebih nyaman dari pada dengan pasangannya. Waw, sebuah keberanian yang mengancam diri sendiri.

Jalan itu dianggap mudah dan bisa menghilangkan rasa dan fikiran kalut yang terjadi. Alasan “nikung” dalam bahasa kerennya adalah hal yang sudah umum dilakukan. Usut punya usut akhirnya hubungan mereka bukan malah membaik namun semakin rancu dan meyulutkan api cinta.

Yah, apa bedannya selingkuh dengan “nikung”. Mungkin sama saja hanya berbeda dalam penyebutan istilahnya.

Akibat ulah yang dilakukan masing-masing dari mereka, yang semula hanya membisu menjadi hal yang pilu dan pahit untuk diterima.

Ketika kejadian berpaling pada orang, sering dikaitkan dengan hal bodoh yang cukup untuk sebuah simbol dengan istilah konyol seperti LDR. Istilah tersebut pada umumnya digunakan untuk merepresentasikan terjadinya hubungan jarak jauh dalam berkomunikasi maupun tempat.

Tapi hal bodoh itu maksudnya untuk mengutarakan persepsi mereka dalam menutupi permasalahan dangan pasangan. Ya LDR bisa diartikan seperti “Lali Duwe Relations”, “Lek Diselingkuhi Raketok”, dan “Lho Ditinggal Rabi”. Istilah tersebut sudah tidak asing untuk didengarkan.

Sebuah hubungan memang tidak luput dari permasalahan, namun jika mereka dapat mengartikan permasalahan adalah sebuah umpan untuk lebih maju. Mungkin orang akan sadar bahwa permasalahan bukanlah musuh tunggal dari percintaan. Namun bumbu dalam setiap hubungan yang berarti untuk mengukur seberapa kuat orang mempertahankan hubungannya.


21 Oktober 2014

Pentingnya disaat manusia sedang di bawah

Hidup adalah tantangan yang harus manusia hadapai. Banyak yang mengatakan bahwa hidup itu pilihan sehingga manusia harus menentukan pilihan sebelum pilihan menentukan hidupnya. Namun terkadang manusia tidak sadar bahwa pilihan juga tidak jarang berbalik dengan keinginannya. Hal itulah yang sering manusia keluhkan dan sulit untuk menerima keadaan. Realita yang manusia bayangkan, kadang tidak sama dengan yang ada dilapangan. Sehingga manusia hanya akan lebih memikirkan kesenangan, kemudahan, dan kehebohan  tanpa merasakan hal disaat  manusia itu jauh dari kata-kata tersebut.
Ada pria juga ada wanita, ada langit juga ada bumi, ada sakit juga ada sehat, ada susah juga ada senang. Di dunia ini serasa semua ada pasangannya sendiri yang bersifat mutlak. Tidak jauh berbeda dengan keadaan manusia ketika hidupnya kadang di diatas dan kadang pula di bawah.Hidup dia atas adalah impian semua manusia, entah diatas dari segi status sosialnya bahkan ekonominya. Keduanya tersebut tidak dapat dipisahkan dengan sifat manusia yang tidak mengenal kepuasan, selalu ingin yang lebih dan lebih.Tetapi manusia sering melupakan sisi yang lain yaitu ketika hidupnya sedang dibawah. Tekanan dan pemberontakan didalam diri manusia akan semakin terlihat ketika mengahadapi realita itu. Seolah-olah manusia tidak mau mengenal dan tidak mau hal itu menghampiri dirinya.
Apakah kita perlu menghadapi masa-masa saat hidup ini sedang dibawah?. Mungkin sebagian manusia mengatakan bahwa hal itu juga perlu mereka hadapi. Hidup tanpa ada problem adalah hampa, mungkin ada yang mengatakan seperti itu. Apakah sebenarnya manusia hidup dari permasalah?. Sangat mungkin terjadi karena dengan adanya permasalahan, manusia akan berfikir dan bertindak bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tersebut.
Kita mungkin sudah sering menedengarkan bahwa hidup ini bagaikan roda berputar. Sehingga logikannya manusia tidak ada salahnya ketika manusia harus mengahadapi permasalah yang rumit. Bergantung bagaimana manusia tersebut menyelesaikan permasalahan secara bijak dan kepala dingin.Memang permasalah datang secara tiba-tiba tanpa manusia inginkan. Walaupu  sebenarnya permasalah juga tidak jaranga hadir karena tingkahlaku manusia itu sendiri.Tekanan demi tekanan akan semakin berat ketika manusia menunda dan berusaha membiarkan masalah itu tanpa adanya tindakan untuk menghadapainya. Fikiran yang membuat stress pada diri manusia itu akan semakin menjadi. Tidak hanya berhenti di fikiran, tapi berlanjut pada perasaan. Apalagi dengan perasaan, manusia akan lebih sensitive ketika tidak bisa mengendalikan dirinya. Akibatnya berujung pada perilaku manusia, apakah jauh lebih bijak atau jauh dari kebijakkan?.Hidup memang terasa sangat berat ketika permasalah tidak dapat diselesaikan. Namun apakah kita sadar bahwa penting dan bergunanya saat manusia dibawah?. Perasaa dan hati manusia memang harus berjalan secara seimbang dan rendah hati atau sabar.Sabar menjadikan kata yang mengembalikan kepercayaan diri manusia bahwa hal itu mudah untuk diselesaikan tanpa harus mengorbankan dirinya untuk ke dalam keburukan.Ternyata hidup juga perlu ujian, tanpa adanya ujian manusia tidak akan merasakan betapa indahnya hidup yang harus diperjuangan. Sehingga dari semua permasalah adalah ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran.Kesabaran harus teratanam pada diri manusia, tanpa hal itu manusia hanya ingin berfikir bahwa hidup itu hanya diatas.
Permasalahan hidup adalah pelajaran yang berharga pada kehidupan manusia. Adanya permasalahan hidup, mengajarkan bahwa manusia harus ingat ketika masa yang mengjampirinya adalah masa ketika sulit, susah, dimana jauh dari kata senang.
Pilih Jomblo Atau Siap Ditolak?
Masa muda adalah masa dalam mencari cinta. Mungkin hal itulah yang dirasakan para pencari cinta. Orang bilang cinta itu perlu pengorbanan. Sehingga siapun yag ingin mendapatkan cintanya, ia harus berkorban tenaga, perasaan bahkan materi yang ia punya.
Seseorang akan merasa senang atau bahagia ketika ia sudah mendapatkan cinta yang selalu didambakan. Tapi itu tidak berlaku bagi mereka yang ingin mendapatkan cintanya tetapi hasilnya nihil alias tidak connect alias di reject. Emang kasian sih gan.Berkorban dalam cinta emang tidak ada habisnya, ibarat kata “orang mau menguras air, tapi air dilaut”. Waw, udah capek belum tentu ada hasilnya. Nah barangkali seperti itu, mereka yang sudah berani maju untuk mendapatkan cintanya tapi yang diterima kegagalan dalam bercinta, kasian gan.Untuk masalah cinta, sering kita mendengar bahwa cinta di Negara kita itu ada aturan dan budayanya. Cinta adalah lelaki. Kata-kata itu seolah mengisyaratkan bahwa lelaki sejatiharus berani mengutarakanlebih dulu kepada orang yang dicintai. Bukan begitu gan?Sebagai laki-laki harus yang ingin hidupnya terselip indahnya dunia percintaan, ia juga harus menggung konsekuensinya juga. Bener banget, ia harus siap jomblo alias ditolak.Emang negeri sih, kalau denger kata-kata “Jomblo” apalagi ditolak. Mungkin, kalian udah bisa ngebayangin sendiri gan.“Sakitnya tuh disini (sambil nunjuk dada)”, kata itu yang sekarang sering di ucapkan seseorang yang gagal atau sakit hati, terutama dalam urusan cinta.Laki-laki emang harus pantang menyerah, gagal satu tumbuh seribu. Tapi, kadang kata itu sulit untuk di realisasikan ya gan. Emang enak tinggal ngomong, suruh jalani tetap aja sulit. Apalagi si laki-laki yang udah pernah ditolak. MUngkin dalam dirinya adagejolak jiwayang dasyat. Ia punya keinginan untuk menemukan cinta yang baru, tapi tetap dibayangi dengan masa lalu. Seperti itu mungkin gan ya.Kehidupan yang penuh kegalauan pun menghampiri dirinya. Imajinasi dan pertanyaan seputar cinta akan terus membayangi pikirannya.Demi menghibur diri, seolah-olah hidupnya dibuat cerita yang jauh dari kisah cinta. Padahal hal itu semata hanya ingin menghilangkan bayang-bayang cinta yang menghantui dirinya gan.Laki-laki harus mersakan pahitnya cinta sebelum menikmati manisnya cinta. Motivasi itu yang membangun kembali kekuatan laki-laki untuk menghadapi pengorbanan cintanya.Tidak jarang mereka memilih pilihan yang pertama yaitu jomblo. Mereka menilai lebih sakit ditolak dari pada menyandang status jomblo. Serba dilema status seorang laki-laki yang harus berjuang untuk mendapatkan cintanya.
Walaupun fikiran mengatakan “kau harus move on", tapi hal itu tidak langsung membuat mereka berfikit untuk melakukan yang sama dengan kata itu. Mungkin sulit baginya untuk melakukan sesuatu yang sudah mendorong fikirannya dengan kehidupan yang nyata.Pada akhirnya, tidak jarang laki-laki akan dengan rasa bangga dan senang mengatakan “Aku bebas” alias” Jomblo. Mungkin bagi gan yang jomblo, hal itu menjadikan kesabaran dan proses mencari cinta dalam hidupnya. Pilihan jomblo bukanlah pilihan bodoh, tetapi sebuah proses dalam menjalani dan menerima dengan segala yang ada. 

20 Oktober 2014

Apakah Cinta Butuh Setara?

Waduh gan, setara apanya ini. Setara tinggi badannya atau setara gemuk alias gendutnya? peace. Ya, kadang cinta kita menemui kendala atau permasalahan ketika cintanya yang belum setara dengan pasangan. Setara disini dapat berarti bahwa sudah adanya kesamaan atau tidak berbeda jauh. 
Bicara mengenai kesetaraan, mungkin kita tidak hanya belajar bagaimana tentang setara dalam konteks asmara. Di samping itu, jauh lebih banyak yang akan di singgung dan cukup sering terjadi baik didalam dunia asmara. 
Ya, coba kita lihat dengan permasalahan yang membahas setara pada tingkat sosial dan ekonomi. 
Bukan hal yang baru lagi, ketika seseorang dihadapakan pada jalinan asmara yang baru mereka bangun dimana harus menuai akhir karena ketidak setaraan antara mereka berdua. 
Padahal pada awalnya pasangan hanya membicarakan tentang perasaaan yang mereka rasakan pada seseorang yang akan menjadi pasangannya. 
Permasalahan itu, tidak melulu terjadi pada mereka yang sudah berumah tangga. Namun, permasalahan itu juga sering terjadi pada masa-masa seseorang masih dalam konteks berpacaran bahkan masih pada soal PDKT. 
Walaupun gan, kita sering mendengarkan bahwa cinta yang sebenarnya adalah cinta yang menerima apa adanya. Apakah betul seperti itu? Dapatkah kita menerima itu 100 %?. Adanya pandangan seperti itu, tidak juga semulus membalikkan tangan. Mungkin kata atau kalimat itu bisa saja hanya “formalitas” semata. 
Formalitas di sini bisa berarti hanya dapat menyenangkan orang secara sepintas, atau tidak tentu. Ada masa dimana kata tersebut harus berhenti karena adanya permasalahan perbendaan. Yah, bisa dikatakan tidak setara atau tidak sama. 
Perbedaan yang dapat terlihat oleh mata atau langsung dalam masa perkenalan misalnya seperti melihat ciri-ciri fisik, kelakuan, dan hobi. Pada saat berkenalan mungkin aspek-aspek seperti yang disebutkan tadi akan dipelajari atau diketahui dari orang yang akan dikenalnya. 
Penasaranlah yang menimbulkan keingintahuan seseorang terhadap seseorang lainnya, apalagi dalam masalah asmara. Sudah menjadi hal yang wajib diketahui oleh masing-masing pasangan untuk mengetahui orang yang ingin mencintainya. 
Sedikit demi sedikit orang akan mengetahui kebiasaan yang ada didalam diri seseorang yang dicintai. Entah kebiasaan baik atau buruk yang harus siap diterima dengan bijak.Ketika pengetahuan seseorang itu cukup banyak dari orang dicintai, mungkin mereka merasa akan mengembalikan pengetahuan itu kepada dirinya sendiri. Yah, apakah pengetahuan yang didapat cocok dengan dirinya atau sebaliknya yaitu jauh dari dirinya. Itu lah awal permasalahan yang timbul, sehingga orang akan merasa lebih intropeksi diri dari pada memaksakan kehendak. 
Apalagi setiap orang akan menemui perasaan yang dilema. Pada posisinya, mereka penasaran dengan orang yang dicintainya, namun disisi lain mereka diterpa keadaan yang sulit karena adanya perbedaan yang tidak sama dengan dirinya. 
Apakah kita ingat pepatah mengatakan “dari mata turun kehati”. Meskipun banyak yang mengatakan juga bahwa cinta itu ada didalam lubuk hati, tanpa memandang apakah baik atau jelek. Coba berfikir lagi, orang akan makan saja pasti melihat apa yang akan dimakan, apalagi dengan perasaan cinta. Orang dapat mengartikan bahwa itu hanyalah hembusan angin sesaat yang sejuk tapi sebentar. Secara logika orang melihat dulu bentuk atau barangnya sebelum menerimanya. 
Di dalam memasukkan hati (perasaan), orang juga akan pilih-pilih untuk dapat diterimanya. Sehingga tidak secara langsung mereka terima dan masukkan dalam hatinya. 
Proses mata turun ke hati setidaknya mempunyai korelasi antara cinta, apakah sudah setara atau belum. Melalaui mata, orang dapat melihat dan mempersepsikan apa yang mereka pandang. 
Misalkan sajaa pada masalah yang sering dialami oleh setiap orang yaitu proses PDKT yang dilakukan si pria atau si wanita. 
Namun bila mengamati proses PDKT, pasti cowok yang disebut sebagai actor yang harus bertindak lebih awal dalam proses tersebut. Iya, lagi-lagi masalah dengan keberadaan cowok yang selalu maju. 
Tidak pria dan juga tidak wanita pasti akan merasa senang ketika sudah mengetahui seseorang yang selama itu yang membuat penasaran didalam hati dan perasaannya. Ya gan, mungkin ujian selalu ada di dalam setiap langkah manusia. Tidak menutup kemungkinan pada setara dalam cinta. 
Banyak kendala mulai dari segi fisik sampai hal yang menyinggung masalah latarbelakanag ekonomi dan sosial. Permasalahan yang sering terlihat secara cepat dan masuk dalam fikiran adalah keberadaan ciri-ciri fisik seseorang. 
Keberadaan fisik sering dikategorikan cantik, jelek, manis, ganteng, dan masih banyak lagi. Untuk menyiasati itu, banyak orang memberikan persamaan dengan mengatakan bahwa hal itu semua relatif. Tapi masih banyak kenyataannya dilapangan yang tidak sama dengan pada teori bahwa dikatakan itu semua relatif. 
Jika memang relatif, kenapa orang tidak menerima keadaan seseorang dengan mengatakan “aku akan menerima dia apa adanya”. Terus dimana keberadaan teori itu?, musnah atau mungkin hilang dan muncul lagi?. 
Mereka mengambil contoh seperti tampang wajah, misalnya ada yang bilang ia ganteng, cantik dan manis. Apalagi ciri-ciri wajah seseorang yang dicintainya, mungkin akan secara cepat masuk dalam ingatan mereka. 
Mulailah sikap intropeksi diri dimana orang akan mencocokan dengan dirinya, apakha sudah pantaskah dengan dia? Atau terlalu jauh dengan dia?. Seseorang akan merasa senang ketika ada kecocokan yang dapat mengimbangi seseorang yang dicintainya. Namun tidak bagi seseorang yang merasa bahwa dirinya sudah memiliki perbedaan yang jauh dengan orang yang dicintainya. Tidak hanya berhenti di satu titik, namun perasaan minder dan galau selalu terbayang dikepalanya. 
Pada akhirnya, mereka hanya dapat meratapi dan memendam perasaannya dari pada mengungkapkannya. Iya, adanya intropeksi diri mungkin mereka dapat belajar bahwa kesabaran dan kebijaksanaan harus tertanam pada diri seseorang. Mungkin mereka ingin mengatakan “lebih baik mengorbankan perasaan dari pada menderita karena asmara”. 
Sifat minder muncul karena adanya perasaan merendahkan diri. Sebatas ciri fisik yang lebih unggul dari mereka, membuat fikiran dan kelakuan mereka berbeda. Namun hal itu tidak baik juga terus menerus terjadi pada diri seseorang. Mereka diharapkan mampi bangkit dan lebih semangat lagi dalam menentukan jalan masa depan mereka.
Positif thingking menjadikan motivasi bagi mereka untuk bisa lari dan merubah keadaannya. Mereka akan belajar dari seseorang yang dianggap lebih unggul dari dirinya, karena itu menjadikan sebuah pelajaran baginya tentang pentingnya menghargai apa yang sudah dimilikinya.