16 Desember 2014

Love

Cinta dan Mimpi
Cinta, Tapi Hanya di Mimpi Saja deh -_-”
Tidak dapat dipungkiri bahwa manusia merupakan makluk sosial yang tak bias jauh dari rasa cinta. Sentuhan perasahaan yang diartikan sebagai bagian dari cinta adalah hal yang begitu indah. Didalam jiwa setiap manusia pasti memiliki rasa kasih dan sanyang yang di artikan menjadi satu dengan kata cinta. Begitulah orang mengatakan dan mengungkapakan bahwa dirinya juga mempunyai cinta. Cinta kadang dapat muncul menghampiri seseorang kapan dan dimanapun berada. Selama tubuh manusia itu mempuyai jiwa dan perasaan yang sejalan (normal), saat itu juga sesorang masih bisa merasakan akan cinta dari sekitarnya baik keluarga maupun orang yang baru dikenalnya.
Cinta identik dengan perasaan seseorang ketika mengagumi lawan jenisnya. Hal itu sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu membangun dan menjaga hubungannya dengan orang lain. Ketika seseorang saling mencintai akan terasa bagaikan hidup ini indah tanpa ada permasalah sedikitpun didalam hidupnya.
Tapi, cinta juga memberikan pelajaran penting bagi manusia yang dapat merasakannya. Cinta tidak selalu berjalan mulus, cinta tidak selalu nyaman dan indah, namun cinta juga dapat memberikan sentuhan persahaan yang sakit, sedih, merana, dan lain sebagainya. Ibarat kata “Kadang kita mengagumi cinta tapi tak bisa memilikinya”. Kata itu sering terlintas ketika seseorang sudah mengerti bahwa sisi lain dari cinta juga dapat membuat hidup menjadi kalut dan nestapa.
Semua orang berhak dalam mengungkapkan dan mengartikan cinta. Tidak ada larangan mapun tekanan untuk seseorang dapat menggambarkan seperti apa dan bagaimana cintanya tersebut. Apakah cintannya sesuai yang diharapkan atau sebaliknya, bagaimana cinta itu hanya diangan-angan saja yang hanya lewat dan terjadi seperti mimpi?.
Kadang orang tidak bisa dibendung lagi akan rasa cinta kepada lawannya. Orang itu akan meyakinkan dirinya bahwa cintannya adalah benar dan tulus dari hati, bukan lagi main-main saja. Itu semua memerlukan proses untuk bisa mengahadapi dirinya sedniri sebelum mengahdapi orang yang dicintainya. Perasaaan percaya diri harus ada dalam dirinya artinya mental dan body language harus dibangun. Akan tetapi perasaan was-was, gundah, salting dan kurang siapnya mental selalu menghantui. Perasaan semacam itu hanya menyebabkan cinta akan lewat begitu saja didepan mata. Pada akhirnya perasaan kecewa akan menghampirinya dengan tekanan pikiran yang berat. Kejadian itu mengibaratkan bahwa “planning ok, eksekusi nol”. Kadang hal semacam itu hanya sering ditemui di tengah dunia percintaan.
Walaupun sudah kecewa, tetapi perasaan untuk penasaran ke lawan yang dincintainya tidak hanya berhenti disitu. Perasaan yang selalu mengagumi cinta akan senantiasa terlintas selama dirinya masih memendap rasa, walaupun belun sempat mengeksekusinya (shooting).
Sejalannya dengan waktu, orang tersebut akan terpaku dengan setiapperilaku dan bahasa tubuh orang yang di kaguminya. Merasa bahwa semua yang cantik, seksi, menarik, bahkan unyu ada di jiwa orang yang dikaguminya. Alhasil tidak dirasa bahwa orang itu hanya bisa mengagumi cinta. Memang sedih saat cintanya tidak tahu akan dibawa kemana dan dengan siapa. Sedih lagi ketika cintanya hanya dapat dirasa dituangkan didalam mimpi tanpa kenyataan.
Semakin berat jiwa seseorang akan menganggung perasaah dan rahasia hatinya sendiri tanpa ada kejelasan yang ada. Ada cinta tapi dimimpi saja, begitulah ungkapan yang mungkin pantas bagi mereka yang hanya mengagumi cinta.
Ketidak siapan mental dan cara seeorang dalam menghadapi persaaan cintanya, memang akan butuh waktu dan proses. Bukan satu atau dua menit saja orang akan dengan mudah memahami dengan baik.
Mungkin seserang akan merasa bangga dan senang walaupun cintanya hany sebatas mimpi tanpa ada ungkapan yang pasti pada orang yang dikagumi. Seseorang hanya dapat membayangkan betapa beruntungnya dirinya ketika bersama, bersanding, bercanda, sampai bermesraan dengan orang yang dikaguminya.

Hidupnya penuh dengan imajinasi, karena cintanya saja hanya dimimpi. Dibilang cinta fatamorganadan hanya fiktif belaka mungkin tidak ada salahnya. Namun, itu semua yang memberikan pelajaran bahwa cinta tak semudah yang dibayangkan. Perlu adanya usaha dan keyakinan diri untuk dapat menaklukkan perasaan cintanya sendiri. “KEEP CALM, AND BE PATIENT!”

14 Desember 2014

Meningkatkan Kesejahteraan Bahan Pangan
Indonesia adalah salah satu negara agraris yang menghasilkan berbagai macam bahan pangan dari para petaninya. Sehingga tidak sedikit petani di Indonesia menjadikan hasil buminya menjadi sebuah komoditas yang tidak kalah dengan bahan pangan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
            Pemanfaatan lahan tanah yang cukup luas memberikan keuntungan bagi petani untuk dapat terus mengembangkan hasil buminya sehingga dapat menyejahterakan bagi masyarakat khususnya komoditas bahan pangan tersebut.
               Berbagai macam bahan pangan yang sudah dihasilkan oleh petani Indonesia  misalkan pada bahan pangan beras. Beras merupakan salah satu bahan pangan yang harus dimiliki oleh setiap Negara untuk dapat mendukung dan memberikan kesejahteraan pangan bagi masyarakatnya. Komoditas petani beras sangat berpengaruh pada perekonomian negara dalam menyediakan atau memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
            Meningkatnya jumlah masyarakat dari tahun ke tahun, tentu akan berpengaruh pada tingkat kebutuhan pangan masyarakat. Hal itu akan memaksa pemerintah dan petani untuk saling mendukung dalam meningkatkan hasil bumi dengan jumlah yang lebih besar pula.
           Adanya peningkatan jumlah masyarakat yang tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan pangan cukup akan menimbulkan polemik antaran kebijakkan pemerintah dengan petani di Indonesia. Seperti halnya pada penyediaan bahan pangan beras bagi masyarakat.
   Fenomena dilapangan memperlihatkan bahwa terjadinya benturan antara pemerintah dengan dengan nasib kesejahteraan petani lokal. Selain harga bahan pangan semakin tinggi akibat ketersediaan yang terbatas, tetapi kesejahteraan petani yang diabaikan tanpa adanya solusi dan pelatihan pengembangan bahan pangan dari pemerintah.
  Sebagai negara agraris seharusnya pemerintah tidak hanya membuat kebijakkan impor bahan pangan dari negara tetangga. Kebijakkan itu hanya akan memberikan dampak positif bagi kalangan tertentu tanpa melihat keadaan petani. Sehingga perlu adanya pengamatan dan penelitian dari hasil bumi yang di impor tersebut untuk dapat di implementasikan ke petani untuk meningkatkan kualitas dan jumlah bahan pangan yang lebih besar lagi.
Pemanfaatan dan pemberdayaan petani akan cukup mempengaruhi ekonomi yang cukup signifikan. Seperti halnya pada persedian bahan pangan yang melimpah. Ketersediaan bahan pangan yang cukup akan membuat harga dipasaran jauh lebih murah dari pada harga impor. Sehingga rakyat dapat menikmati hasil bumi dari petani lokal. Selain itu, dapat menekan biaya anggaran pemeruintah setiap tahun yang dialokasikan untuk bahan pangan impor.
Sebagai Negara berkembang seperti Indonesia harus tidak kalah dengan Negara-negara tetangga yang menghasilkan bahan pangan yang melimpah. Negara Vietnam adalah salah satu contoh Negara berkembang yang mempunyai prestasi di bidang agraris. Sebagai Negara berkembang, Negara tersebut mampu menjadi produsen bahan pangan beras ke-2 di dunia untuk di ekspor ke Negara lain.
Bentuk keseimbangan persediaan bahan pangan bagi masyarakat merupakan wujud kepeduliaan pemerintah dalam memberdayakan dan memanfaatkan peluang bagi petani untuk meningkatkan hasil buminya. Sehingga kerjasama antara petani dengan pemerintah akan sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian Negara terutama bidang agraris sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat luas.


           
            

04 Desember 2014

Relathionship
Relathionship
Pacaran kok perang?
Dalam menjalani cinta, tidak jarang seseorang menghadapi atau merasakan kepahitan akan namanya cinta. Umpatan dan kata-kata kasarpun sering keluar dari orang yang merasa di bebani oleh perasaan yang sakit, sedih, dan kecewa dengan cintanya. Tidak dapat dipungkiri hal itu juga terjadi pada masalah asmara.

Sebuah hubungan dalam asmara terkadang juga terhambat adanya konfilk antar pasangan. Konflik tidak hanya sekali atau dua kali, mungkin sering terjadi di setiap kegiatan bahkan dalam komunikasi mereka yang kurang harmonis.

Semua pasti mempunyai niat baik dalam manjalin hubungan dan ujungnya agar dapat menjadi pasangan hidup dalam keadaan senang maupun sedih. Tapi, dalam pacaran saja sudah perang dunia bagaimana dengan selanjutnya?.

Ketika sebuah hubungan sudah tidak sejalan, akan sangat berdampak pada komunikasi mereka. Sehingga akan berakibat kebobrokan dalam menjalin hubungan.

Bertengkar, marah-marah, sampai dengan tindakan KDMP (Kekerasan Dalam Masa Pacaran) tidak sedikit dilakukan oleh pasangannya. Tidak hanya pihak laki-laki tetapi juga dapat dilakukan oleh pihak perempuan. Sampai-sampai ada istilah yang menggambarkan bahwa ketika pasangan bertengkar akan terjadi masa kebisuan tujuh hari tujuh malam.

Bukan hanya berhenti pada tindakan yang saling mengasingkan diri dan membisu dengan pasangan. Hal lainpun akan ikut mempengaruhi mereka dalam melakukan sebuah manipulasi atau bisa dibilang mengagungkan sebuah kesempatan.

Hal yang sudah biasa terjadi yaitu mencari kesempatan dalam me-refresh keadaan hati masing dari mereka. Namun, biasanya cara yang dilakukan akan menyalahi aturan dalam sebuah hubungan yaitu dengan bersandar ke orang lain yang dianggap lebih nyaman dari pada dengan pasangannya. Waw, sebuah keberanian yang mengancam diri sendiri.

Jalan itu dianggap mudah dan bisa menghilangkan rasa dan fikiran kalut yang terjadi. Alasan “nikung” dalam bahasa kerennya adalah hal yang sudah umum dilakukan. Usut punya usut akhirnya hubungan mereka bukan malah membaik namun semakin rancu dan meyulutkan api cinta.

Yah, apa bedannya selingkuh dengan “nikung”. Mungkin sama saja hanya berbeda dalam penyebutan istilahnya.

Akibat ulah yang dilakukan masing-masing dari mereka, yang semula hanya membisu menjadi hal yang pilu dan pahit untuk diterima.

Ketika kejadian berpaling pada orang, sering dikaitkan dengan hal bodoh yang cukup untuk sebuah simbol dengan istilah konyol seperti LDR. Istilah tersebut pada umumnya digunakan untuk merepresentasikan terjadinya hubungan jarak jauh dalam berkomunikasi maupun tempat.

Tapi hal bodoh itu maksudnya untuk mengutarakan persepsi mereka dalam menutupi permasalahan dangan pasangan. Ya LDR bisa diartikan seperti “Lali Duwe Relations”, “Lek Diselingkuhi Raketok”, dan “Lho Ditinggal Rabi”. Istilah tersebut sudah tidak asing untuk didengarkan.

Sebuah hubungan memang tidak luput dari permasalahan, namun jika mereka dapat mengartikan permasalahan adalah sebuah umpan untuk lebih maju. Mungkin orang akan sadar bahwa permasalahan bukanlah musuh tunggal dari percintaan. Namun bumbu dalam setiap hubungan yang berarti untuk mengukur seberapa kuat orang mempertahankan hubungannya.