Trend
Media Sosial Bagi Pemilih Pemula
Uforia
pesta demokrasi Indonesia memang sudah berlalu setelah dilaksanakannya
pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 kemarin. Namun, hal itu
masih menyisihkan kenangan dan perjuangan terutama para relawan maupun tim sukses
masing-masing pendukung.
Bentuk
dukungan yang besar adalah bentuk masyarakat yang semakin terbuka mengenai
pentingnya demokrasi. Dukungan pun mengalir dari berbagai lapisan masyrakat
bahkan para komunitas anak muda yang turut meramaikan pesta lima tahunan itu.
Adanya
peran anak muda menjadikan pesta demokrasi semakin kreatif. Relawan yang
tergabung dari berbagai lapisan anak muda menyuarakan kampanye kepada
masyarakat untuk menggunakan hak memilihnya. Akibatnya, peran anak muda akan
mejadikan nilai tersediri dalam menekan angka golput yang masih berlaku di
masyarakat.
Selain
pengaruh UU yang menagatur tentang setiap warga Negara yang berumur lebih dari
17 tahun atau sudah menikah dapat menggunakan hak pilihnya. Disamping itu ada
rasa kesadaran pada pemilih pemula untuk dapat menyumbangkan suaranya demi
perubahan Negara untuk lima tahun mendatang.
Para
pemuda mulai berfikir kritis dan independen, tidak menerima kebijakan begitu
saja dalam menyikapi pesta demokrasi. Untuk itu akan menjadi mubadzir (sia-sia)
kalau hak pilih mereka tidak digunakan. Artinya setiap suara dari pemilih
pemula akan sangat berharga bagi nasib rakyat Indonesia nanti baik dari segi pendidikan,
ekonomi, sosial, dan budaya.
Peningkatan
pemilih dari kalangan anak muda juga tidak lepas dari gaya kampaye kreatif
pesta demokrasi sekarang. Internet sebagai media yang paling bebas untuk
menyuarakan aspirasi setiap masyarakat, tidak terkecuali para anak muda yang mengawal
pemilu tahun ini.
Media
yang menjadi alternatif tersebut dijadikan sebagai upaya meningkatkan peran
anak muda untuk ikut bersuara dalam menentukan pilihanya nanti.
Tidak
menutup kemungkinan bahwa pemilih pemula merupakan pengguna internet atau
penikmat media sosial. Sehingga akan berpengaruh bagi pemilih pemula dalam
menyikapi berita maupun kampanye para kandidat di jejaring sosial secara kritis
dan mandiri.
Suara
pemilih pemula yang meningkat akan berpengaruh pada keadaan sekitarnya dalam
memberikan keteladanan sikap demokrasi yang cerdas dan bijak.
Bagi
para pemilih pemula, adanya profil masing-masing calon presiden dan wakil
presiden di media massa menjadi kebutuhan yang harus ada sebagai referensi
menentukan hak pilihnya.
Selain
adanya tayangan di media televisi yang membahas berlangsungnya acara debat itu.
Namun disaat bersamaan, informasi atau pemberitaan yang up to date sangat diperlukan bagi pemilih pemula. Informasi
dianggap sebagai upaya calon presiden dan wakil presiden untuk bisa menggalang
suara masyarakat untuk menentukan pilihannya nanti.
Pada
akhirnya peran pemilih pemula mejadi esensial, sehingga menjadikan sikap responsif
terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk meraup suara
sebanyak-banyaknya dari kalangan anak muda sebagai penentu kemenangan.

