Gadget juga bisa bersifat asosial
Sekarang ini gadget memang menjadikan
kebutuhan masyarakat yang sebelumnya bersifat tersier berubah menjadi kebutuhan
yang sifatnya primer. Realita seperti itu yang sekarang ini terlihat
ditengah-tengah masyarakat. Dilihat dari sifat kebutuhan menurut waktunya,
gadget dizaman sekarang ini sudah berubah dari kebutuhan yang sifatnya akan
datang menjadi kebutuhan yang sifatnya sekarang artinya bahwa gadget di zaman
sekarang ini adalah kebutuhan yang pemenuhannya tidak bisa ditunda-tunda lagi
atau kebutuhan yang harus segera terpenuhi. Setiap individu akan memanfaatkan
sebuah gadget secara terus menerus.
Akan tetapi jika pemanfaatan
gadget sendiri tidak melihat waktu dan tempat hal ini justru akan sangat
mengganggu bagi diri individu dan orang lain. Sadar atau tidak sadar hal itu sudah menjadi kebiasaan
orang di zaman teknologi modern ini. Diri sendiri merupakan pengaruh besar pertama
bagaimana individu itu memperlakukan gadgetnya. Jika hal ini di biarkan,
perilaku individu akan berubah dan setiap melakukan kegiatanya selalu
bergantung pada gadget. Ketergantungan itu akan menimbulkan dirinya pasif dalam
menciptakan ide dan kreatifitas sendiri. Jika sudah begitu, individu akan
mencari cara bagaimana mendapatkan gadget yang lebih dari sebelumnya sehingga
individu beranggapan bahwa gadget adalah segalanya.
Memang dengan gadget orang akan mudah menjalin sebuah
komunikasi dengan orang lain, baik yang didekat maupun yang jauh dari dirinya.
Akan tetapi dengan penggunaan yang tidak bijak justru gadget akan membuat orang
menjadi tertutup dengan orang yang lebih dekat dengannya. Sehingga gadget juga
dapat diartikan sebagai alat “mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang
dekat”. Ketika penggunaan gadget sudah dalam tahap menjauhkan yang dekat hal
ini akan sangat merugikan. Karena individu tidak lagi merespon hal–hal yang
terjadi di sekitarnya akan tetapi individu akan lebih konsentrasi pada hal atau
orang yang ada digadget tersebut.